NULIS UNTUK KEPI: Dapat Uang THR? Rencanakan sebelum Habis Duluan

21 Apr 2022 by Pintar Discover, Last edit: 21 Apr 2022

Ditulis oleh Finaira Kara

THR atau Tunjangan Hari Raya biasanya diterima kurang lebih satu pekan menjelang Idul Fitri. Besaran THR ini berkisar antara bahan pokok atau sembako hingga sebesar satu bulan gaji. Meski begitu, THR ini cenderung mudah habis alias lewat saja, begitu pula apabila mendapatkan uang/pendapatan.

Bahkan secara statistik, 70% pemenang lotere berakhir miskin kembali karena konsumsi berlebih tanpa perencanaan keuangan yang tepat. Pembagian pendapatan itu penting dilakukan, karena bukan seberapa besar pendapatan yang diterima tetapi seberapa disiplin mengatur arus keuangan. Meningkatkan income itu penting tetapi sebelum itu coba untuk mengelola keuangan dengan bijak dulu. Intinya sisihkan, jangan sisakan. Supaya tidak lebih besar pasak, daripada tiang.

Berikut pos-pos keuangan yang bisa dijadikan acuan untuk pengelolaan keuangan:

  1. 10% – Sisihkan untuk sedekah, karena dari setiap hal yang kita terima itu ada proporsi untuk orang lain.
  2. 10% – Siapkan dana pensiun untuk bisa financial freedom. Uang di pos ini bisa dimasukkan ke dalam instrumen investasi seperti saham, RDPU, RDPT, dan sebagainya.
  3. 10% – Pos edukasi diri sendiri, pengetahuan tentang skill apa pun enggak boleh hanya begitu-begitu saja. Buat skill semakin banyak dan makin bertumbuh, sehingga bisa menjadi penambahan pendapatan melalui skill yang makin berkembang tadi.
  4. 10% – Tabungan dana darurat, pos ini cenderung diabaikan karena dianggap hidup sekarang ya sekarang besok ya besok. Padahal dalam hidup itu, hal yang pasti adalah ketidakpastian, misalnya pandemi. Sediakan sebesar pengeluaran bulanan dikali 3 bulan (jika single), kali 6 bulan (jika sudah menikah, tetapi belum punya anak), kali 12 bulan (jika sudah menikah dan punya anak). Dana darurat ini juga bisa dimasukan ke asuransi, karena untuk pos jaga-jaga.
  5. 10% – Untuk uang liburan atau beli yang disuka. Pos satu ini adalah bentuk hadiah kepada diri sendiri karena sudah mendisiplinkan diri untuk mengelola keuangan. Apabila dana tersebut belum cukup untuk membeli yang diinginkan, biasakan untuk bersabar dan menabung dulu.
  6. 50% – Pos kebutuhan pokok sehari-hari, misalnya uang listrik, air, pajak, konsumsi, transportasi, dan lain-lain. Apabila dana 50% dari seluruh pendapatan dirasa terlalu kecil, maka cobalah untuk hidup lebih sederhana.

Selain menyederhanakan, coba untuk meningkatkan pendapatan. Namun, perlu diketahui bahwa seharusnya dengan meningkatkan pendapatan itu enggak menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan gaya hidup juga karena alasan gengsi.

Membuat anggaran atau rencana kekuangan memang terasa mudah, yang sulit itu membangung disiplin untuk melaksanakan apa yang sudah dianggarkan. Apabila terjadi overbudgeting, alias neraca keuangan defisit, artinya uang yang dikeluarkan lebih banyak daripada uang yang diterima. Defisit ini membuat kewajiban di periode anggaran berikutnya bertambah, yaitu utang.

Tulisan ini adalah karya dari Sobat Pintar yang dikirimkan kepada Pintar Discover untuk mengikuti event Nulis Untuk Kepi. Klik di sini untuk memilih tulisan ini sebagai tulisan favorit!

21 Apr 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download