Apa itu Komisi? Kaitannya Dengan Bisnis dan Penjualan

29 Aug 2023 by kreditpintar, Last edit: 29 Aug 2023

Dalam bisnis, komisi akan didapatkan karyawan apabila mencapai target penjualan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Sayangnya, banyak yang belum paham mengenai perbedaan komisi dan bonus. Agar lebih paham apa itu komisi, simak penjelasan berikut ini. 

Apa itu Komisi?

Komisi memang merupakan istilah yang sudah sangat sering disebut oleh banyak orang, khususnya mereka yang bekerja sebagai karyawan. Secara universal, komisi diartikan sebagai upah atau pendapatan yang diperoleh para pekerja jika mencapai angka penjualan yang ditentukan sesuai target. Namun,  beberapa orang lebih memilih mengartikan komisi sebagai pendapatan tambahan, penghargaan secara riil jika seseorang mencapai target penjualan. Dengan kata lain, komisi merupakan upah karyawan  bagi mereka yang telah melewati batas penjualan produk. Biasanya dihitung berdasarkan persentase gaji karyawan.

Komisi bisa dianggap sebagai sesuatu yang penting karena berfungsi untuk memotivasi karyawan agar giat bekerja dan mencapai target penjualan. Komisi dalam dunia bisnis dianggap insentif bagi karyawan yang memiliki performa kerja baik.Perusahaan memiliki hak prerogratif untuk menjadikan komisi sebagai penghasilan tambahan atau bonus bagi karyawan.

Baca juga: Langkah-Langkah Pengembangan Ide dan Peluang Usaha Meliputi?

Lalu, bagaimana cara perusahaan mengatur komisi bagi karyawannya? Sama seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa komisi diartikan sebagai upah. Jadi, perusahaan berhak memilih apakah komisi yang didapat dijadikan sebagai gaji pokok atau justru dijadikan sebagai gaji tambahan yang akan diperoleh karyawan. 
Dari sini apakah Anda sudah paham mengenai apa itu komisi? Pastinya komisi sangat berbeda dengan bonus bukan? Untuk penjelasan mengenai perbedaan komisi dan bonus akan dijelaskan pada artikel di bawah ini. Kira-kira apa saja perbedaannya? yuk simak pembahasan selanjutnya dibawah ini. 

Jenis-Jenis Komisi

Berbicara mengenai komisi, tidak akan lengkap jika tidak membahas mengenai jenisnya. Setelah Anda mengetahui apa itu komisi, artikel ini juga akan menerangkan jenis-jenisnya. Apa saja jenis-jenisnya? Bagaimana cara mengetahui perbedaannya? Simak penjelasannya dalam rangkaian dibawah ini:

  1. Straight Commision

Jenis komisi yang pertama yakni ada straight commission. Dilihat dari namanya, pastinya Anda sudah mengetahui bukan makna dari straight commission? 
Komisi ini merupakan jenis komisi dengan pembayaran penuh 100%. Jadi para karyawan akan mendapatkan seluruh pendapatan penjualan sebagai bonus. 

  1. Tiered Commision

Selanjutnya ada tiered commission. Komisi jenis kedua ini diartikan sebagai komisi yang memiliki jenjang persentase. 
Maknanya semakin tinggi penjualan yang berhasil dicapai karyawan. Maka  akan semakin banyak pula komisi yang didapatkan. Berdasarkan hal ini komisi jenis tiered memberikan posisi sesuai effort dan hasil dari pekerja.  

  1. Gross Margin

Jenis komisi ketiga ada gross margin. Jenis komisi diartikan dimana seorang karyawan akan mendapatkan komisi dari keuntungan produk yang dijual. 
Misalnya suatu produk atau barang memiliki harga 30.000, maka Anda bisa menjualnya menjadi 45.000. Nantinya Anda akan memperoleh komisi 15.000 dari keuntungan produk.

  1. Revenue Commision

Jenis komisi keempat adalah Revenue Commision. Sesuai dengan namanya revenue, berarti karyawan akan mendapatkan komisi dalam bentuk persentase dari setiap hasil penjualan. 
Komisi jenis ini mengartikan dimana karyawan tetap memperoleh gaji pokok di luar komisi. Inilah yang membedakan revenue dengan straight commission.

  1. Commision Draw

Berikutnya ada commission draw. Komisi jenis ini diartikan dimana karyawan akan mendapatkan jaminan komisi per bulan dari hasil komisi sebelumnya. 
Misalnya Anda mendapatkan komisi 50.000.000, maka Anda akan mencairkan komisi 25.000.000 untuk bulan ini. Sedangkah setengahnya lagi akan didapatkan di bulan berikutnya.

  1. Gaji Pokok dan Komisi

Selanjutnya ada jenis komisi gaji pokok. Komisi jenis merupakan komisi yang paling banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Kebanyakan para company memang menggunakan sistem gaji pokok dan komisi.
Maknanya, jika Anda belum mencakup kriteria untuk menerima komisi, Anda masih memperoleh gaji pokok.

  1. Base Rate Only

Jenis komisi yang terakhir adalah base rate only. Sebagian orang memang sangat asing dengan istilah komisi jenis ini. 
Komisi base rate only merupakan jenis komisi, dimana perusahaan memberikan komisi sesuai dengan jam kerja karyawannya. Jadi jika semakin banyak jam kerja, maka Anda akan semakin tinggi memperoleh komisi. 
Dari penjelasan diatas mengenai jenis-jenis komisi, tentu Anda sudah memahami bukan mengenai apa saja jenis-jenis komisi? Sesuai dengan apa yang dijelaskan diatas ada banyak jenis komisi dengan cara pemberian yang berbeda-beda. Pastikan Anda teliti dalam membedakan jenis komisi agar tidak keliru.

Baca juga: Pentingnya Strategi Pemasaran Demi Keberhasilan UKM

Bagaimana Cara Mencatat Komisi?

Setelah mengetahui jenis-jenis komisi, rasanya tidak afdol jika Anda tidak memahami bagaimana cara mencatat komisi. Bagi Anda yang masih bingung mengenai cara mencatat komisi. Simak penjelasannya berikut ini.
Pertama, Anda harus mengetahui jika untuk mencatat komisi ada dua laporan yang harus dibuat. Yakni laporan keuangan perusahaan dan laporan keuangan pribadi. Misal Perusahaan PT Matahari memberikan komisi 10% dari total penjualan selama satu bulan. Anda mencatat bahwa penjualan bulan Mei sebesar 50.000.000. Cara menghitungnya komisi = Rp 50.000.000 x 10 % = Rp.5.000.000Pada perusahaan PT Matahari, pencatatan saat pembayaran komisi sebagai berikut:Biaya komisi karyawan Rp.5.000.000 ( Debet), kas Rp.5.0000.000 (Kredit)

Sedangkan catatan keuangan untuk Anda adalah sebagai berikut:Kas Rp. 5000.000 dan pendapatan komisi Rp. 5.000.000Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami cara mencatat komisi untuk perusahaan dan secara pribadi? pastinya sangat berbeda bukan cara mencatatnya? Silahkan diterapkan dalam catatan Anda mengenai pencantuman komisi perusahaan pribadi. Usahakan dihitung baik-baik, agar tidak keliru dalam menghitung komisi. 

Lalu Apa Perbedaannya dengan Bonus?

Biasanya banyak orang menyamakan komisi dengan bonus. Namun sebenarnya komisi sangat berbeda dengan bonus. Meskipun keduanya termasuk dalam pembayaran dengan variabel yang tetap, namun ada banyak perbedaan yang menyangkut komisi dengan bonus. Komisi merupakan upah tambahan yang diberikan kepada karyawan karena telah memenuhi kriteria target tertentu.

Sedangkan bonus adalah insentif bagi semua karyawan karena perusahaan mendapatkan profit dalam jumlah yang besar. Dari sini dapat ditarik kesimpulan jika komisi didasarkan pada target yang dicapai karyawan dalam penjualan tertentu. Sedangkan bonus didasarkan pada target perusahaan memperoleh keuntungan.

Komisi lebih dekat penggunaannya untuk karyawan daripada bonus. Dikarenakan komisi merupakan bagian dari penjualan bisnis yang dilakukan karyawan. Sedangkan bonus memiliki makna yang lebih umum dari itu.Bonus akan tetap dibayarkan perusahaan meskipun  karyawan belum memiliki kriteria tertentu. 

Itulah beberapa pembahasan mengenai apa itu komisi mulai dari pengertian, jenis-jenis komisi, perbedaannya dengan bonus, sampai mengenai cara menghitung komisi. Sekarang Anda sudah paham bukan seputar materi komisi? Intinya jika Anda berusaha keras untuk memaksimalkan diri Anda mencapai target, maka sangat tidak mungkin jika tidak mendapatkan komisi. 

Baca juga: Ingin Sukses Berbisnis? Pahami Segmentasi Pasar Dulu

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

29 Aug 2023
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download