Pintar Hadapi Resesi Ekonomi, Siapkan Hal-Hal Ini

Kalau diperhatikan, belakangan ini banyak industri mem-PHK massal karyawannya.

Lowongan pekerjaan juga jadi langka. Akibatnya banyak pengangguran dadakan yang mengalami kesulitan dalam mencari penghasilan.

Wah, hal ini beberapa gejala dari terjadinya resesi ekonomi.
Sudah lebih dari 7 bulan Indonesia berada dalam pandemi COVID-19. Tak hanya bahaya kesehatan yang mengancam, kelesuan perekonomian atau resesi juga sudah mengintai di depan mata.

Akhir-akhir ini hampir seluruh media memberitakan tentang ancaman resesi yang terjadi di Indonesia akibat negara yang tak kunjung bangkit dari kondisi pandemi. Cirinya pun sudah mulai tampak: mulai dari banyak industri yang bangkrut, tingginya angka PHK di beberapa bulan ke belakang, hingga rendahnya lowongan kerja baru yang membuat penambahan tingkat pengangguran. Semua beritanya kelihatan seram, ya?

Lantas apa sih resesi ekonomi itu sebenernya? Lalu kalau resesi ekonomi itu dalam skala nasional, apa aja dampaknya yang bakal kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari? Dan apa aja yang bisa dipersiapkan dalam menghadapi resesi ekonomi?

Apa itu resesi ekonomi?

Resesi ekonomi berarti pertumbuhan ekonomi suatu negara berada di angka minus selama dua kuartal berturut-turut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke dua (bulan April – Juni) berada di angka -5,32%. Untuk di kuartak ke tiga (Juli – September) diproyeksikan mengalami sedikit peningkatan walaupun masih berada di angka minus.

Penyebabnya sendiri bukan hanya karena aktivitas perekonomian dalam negri yang melambat akibat pandemi. Faktor gejolak ekonomi global juga jadi penyebabnya.

Nah, kalau pertumbuhan perekonomian tak kunjung membaik sampai empat kuartal atau satu tahun, Indonesia bisa dikategorikan masuk ke dalam krisis ekonomi. Dampaknya apa aja? Lebih banyak industri akan gulung tikar, yang mengakibatkan meningkatnya pengangguran. Untuk industri-industri yang masih bertahan selama masa resesi, biasanya mereka juga berhemat dengan cara tidak menurunkan gaji karyawan bahkan melakukan PHK demi menghemat pengeluaran.

Dampak lainnya yang terasa adalah susahnya mencari pekerjaan baru karena perusahaan sedang melakukan pengematan.

Kita bisa apa?

Dampak resesi yang berkepanjangan emang bikin deg-degan, ya? Tapi gak perlu panik, masih ada beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk menghadapi masa resesi.

1. Siapkan dana darurat hadapi resesi ekonomi

Jika kamu masih lajang, dana darurat yang dianjurkan paling tidak sebesar 3-5 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan kamu yang sudah berkeluarga, sebaiknya memiliki dana darurat paling tidak sebesar 6 – 12 kali pengeluaran per bulan. Dana darurat ini perlu dipersiapkan untuk jaga-jaga terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kemungkinan terkena pemutusan hubungan kerja atau bisnis yang jadi sepi.

2. Berhemat

Pasti banyak di grup Whatsapp teman kantor atau keluarga yang membagikan artikel tentang resesi dan mereka menyarankan kamu untuk berhemat, kan?

Anjuran dari teman atau saudara tersebut memang benar nih. Di saat ancaman resesi sudah di depan mata, sebaiknya kamu menghemat pengeluaran dan mengalihkan uangnya untuk ditabung. Apalagi saat ini kan masih berlaku PSBB di berbagai daerah, jadi selama di rumah saja seharusnya usaha untuk berhemat jadi lebih mudah kan ya?

3. Cari penghasilan tambahan

Selain berhemat dan menabung, kamu juga perlu mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kamu bisa melakukan pekerjaan freelance sebagai sambilan, atau bisa juga berjualan atau memulai bisnismu sendiri. Kalau kamu ingin memulai bisnis namun kekurangan modal, kamu bisa menggunakan pinjaman Kredit Pintar. Kenapa harus Kredit Pintar? Kredit Pintar itu sudah terdaftar, berizin dan diawasi OJK. Jadi dijamin kamu mengajukan pinjaman di lembaga resmi dan legal.

Manfaatkan pinjaman Kredit Pintar secara bijak ya, sebaiknya di saat seperti ini fokus menggunakannya untuk kegiatan produktif atau keperluan genting. Sehingga pinjaman yang digunakan terasa manfaatnya.

Karena kemudahan pinjaman Kredit Pintar, kamu bisa mendapat pinjaman hingag 8 Juta yang bisa langsung cair untuk mendukung kegiatan bisnismu.

4. Membeli produk lokal

Memang kamu perlu sangat berhemat, tapi berarti kamu tidak bisa memberi kontribusi ke perbaikan ekonomi nasional loh! Kamu masih boleh kok berbelanja, asalkan alasannya jelas dan kamu memang benar-benar membutuhkan barangnya serta usahakan berbelanja produk lokal. Ini gunanya supaya perputaran uang di linkup dalam negri tetap lancar yang pada akhirnya bisa membantu pertumbuhan ekonomi nasional bangkit kembali.

Sekarang kamu udah tau apa itu resesi dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari. Sembari tetap menjaga kesehatan, kamu juga perlu menjaga keuangan pribadi kamu ya! Semoga perekonomian di Indonesia segera membaik dan pandemi segera usai. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
© 2019 PT Kredit Pintar Indonesia. All rights reserved.