9 Tips Perencanaan Keuangan untuk Milenial

1. Mulai Lebih Awal

Tidak pernah terlalu dini untuk muai dan sesuatu kelebihan dari para milenial adalah waktu mereka. Pak Ben Fok, kepala eksekutif Grandtag Financial Consultancy (Singapura), mengatakan: “Generasi milenials yang masih muda sebaiknya memanfaatkan waktu mereka dan mulai perencanaan keuangan mereka lebih awal, seperti untuk perencanaan pensiun.

“Dengan sekitar 40 tahun untuk menabung untuk masa pensiun, mungkin tampaknya masih sangat jauh, tetapi apapun yang mereka bisa tabung atau investasi akan bertumbuh dan menumpuk seiring waktu. Sebagai orang milenial, Anda berada dalam positi yang terbaik untuk merencanakan masa depan Anda selama masa puncak hidup Anda.”

Pak Lam juga mencatatkan bahwa dengan harapan hidup yang lebih lama dan biaya hidup yang meningkat, akan sangat bijak untuk mulai di kesempatan sendiri yang paling awal.

2. Kembangkan Kebiasaan Pengelolaan Uang yang Benar

Mulailah rencana keuangan Anda dengan melihat kondisi keuanganmu secara jujur dan buatlah neraca “uang masuk, uang keluar” yang sederhana sehingga Anda bisa tahu ke mana uang Anda mengalir.

“Dari situ, Anda bisa menyesuaikan keuangan untuk menguari kemewahan, hutang, dan mulai menabung atau menyisihkan jumlah yang ditentukan untuk tabungan dan perlindungan,” saran Lam.

“Manfaatkan perencana keuangan digital yang gratis, seperti DBS/POSB Your Financial GPS yang siap digunakan melalui DBS/POSB iBanking dan mobile banking, untuk melacak pengeluaran uang secara otomatis dan melacak anggaran/sasaran tabungan kapan saja, di mana saja.”

Pak Fok mengatakan bahwa sangat penting untuk memiliki kebiasaan mengelolah uang yang benar, seperti menabung terlebih dahulu dan tidak berbelanja segera setelah Anda menerima cek gaji pertama.

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan ini: Apakah Anda berbelanja dulu, lalu menabung, atau Anda menabung dulu, lalu berbelanja? Begitu Anda memahami kepentingan pertanyaan ini, Anda akan lebih bijak dan berhati-hati dengan pengeluaran uang Anda. Intinya adalah untuk memulai dari hal yang kecil, tetapi menabung secara teratur dan rutin, tambahnya.

3. Tentukan Tujuan Keuangan

Pak Tan menyarankan untuk bertanya kepada diri Anda sendiri kapan Anda harus mencapai kebebasan finansial dan gaya hidup apa yang Anda inginkan.

“Cari tahu berapa banyal uang yang Anda perlukan ketika Anda pensiun untuk memenuhi gaya hidup yang Anda inginkan. Sebagai perarturan praktis, Anda sebaiknya bertujuan untuk menarik setidaknya dua pertiga dari pendapatan bulanan Anda. Jumlah tersebut akan bervariasi dari orang ke orang, berdasarkan gaya hidup yang setiap orang meinginkan.” Tambahnya.

Memiliki tujuan besar rasanya bisa menakutkan, dan jika tujuan tersebut adalah untuk pensiun, kemungkinan besar akan ada godaan yang kuat untuk menunda-nundakan.

“Buatlah akun-akun berbeda untuk tujuan yang berbeda dan tambahkan jumlah di dalam akun masing-masing secara round-robin daripada secara beruruta,” tambah Pak Lam.

4. Sisihkan Dana Darurat

Bersiaplah untuk krisis keuangan yang tidak terduga dengan cara menyisihkan setidaknya enam hingga 12 bulan dari pengeluaran bulanan Anda sebagai tabungan tunai cari. Setelah Anda mengurus ini untuk keperluan darurat, Anda bisa mulai berpikir untuk berinvestasi.

5. Hindari Kredit Buruk

Jika Anda memiliki pinjaman mahasiswa, Anda harus memiliki rencana untuk melunasi jumlah terutang dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda, kata Pak Fok.

Hindari timbulnya hutang kartu kredit karena bunganya sangat tinggi. Ingatlah bahwa mudah sekali terjerat hutang kartu kredit jika Anda terus membelanjakan uang tanpa melunasi apa yang dihutang.

Anda kemungkinan besar akan membayar bunga efektif lebih dari 20 persen setahun, jadi kembangkan kebiasaan untuk membayar tagihan secara penuh setiap bulan. Membayar cicilan minimum bulanan akan memakan waktu lama untuk mengurangi hutang karena sebagian besar pembayaran tersebut terdiri dari bunga.

6. Pikirkan Asuransi Kesehatan

Pertimbangkan untuk membeli asuransi jiwa untuk melindungi diri dari kematian dini, penyakit, dan rawat inap. Lebih baik membeli paket seperti itu saat Anda masih sehat dan bisa diasuransikan. Setelah Kesehatan Anda berubah, Anda tidak akan bisa membeli asurans; atau, kemungkinan akan ada pengecualian atau pertanggungan yang jauh lebih mahal. Saat membeli asuransi, pertimbangkan apakah Anda akan mampu membayar pembayaran premium.

7. Pertimbangkan Peracikan

Milenial yang cerdas dapat memanfaatkan jangka waktu yang lama untuk keuntungan mereka dengan memanfaatkan konsep, seperti peracikan. Hal ini memungkinkan keuntungan untuk terus diinvestasikan kembali seiring waktu.

Pak Alfred Chia, kepala eksekutif SingCapital, mengatakan bahwa bunga majemuk kecil ditambah dengan jangka waktu yang cukup lama dapat menghasilkan keajaiban.

Jika seorang milenial mulai menabung $2400 setiap tahun dari usia 25 hingga 40 tahun (periode tabungan selama 15 tahun) dengan pengembalian tahunan sebesar 5 persen, dan terus berinvestasi pada pengembalian yang sama hingga ia mencapai usia 60 tahun, tabungannya akan menjadi $158.181,33.  

Milenial lain yang mulai menabung dalam jumlah yang sama setiap tahun di usia yang lebih tua – dari 40 hingga 60, atau 20 tahun menabung – hanya akan mengumpulkan $90.012,51 – meskipun periode menabungnya jauh lebih lama.

8. Berinvestasi

Setelah kebutuhan tabungan dan asuransi terpenuhi, kelebihan dana yang tidak diperlukan dalam jangka pendek idealnya harus diinvestasikan untuk tingkat pengembalian yang lebih tinggi, kata Fok.

“Ada banyak pilihan, termasuk ekuitas, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan perwalian unit. Jika Anda tidak memiliki pengetahuan investasi, Anda bisa mempertimbangkan dana yang dikelola, seperti perwalian unit. Namun, jika Anda memiliki latar belakang investasi, maka investasi pasif seperti ETF akan lebih cocok,” tambahnya.

Pak Lam menyarankan untuk menginvestasikan jumlah yang ditentukan dengan cara yang disiplin. “Berdayakan diri Anda dengan melakukan penelitian untuk mempelajari dasar-dasar investasi, serta produk dan konsep perlindungan, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan baik. Tetap berinvestasi secara stabil untuk jangka Panjang dan hindari panik saat pasar bergemuruh,” katanya.

9. Rencanakan Arus Pendapatan Ganda

Pak Tan menyarankan untuk mengevaluasi portfolio investasi Anda secara teratur dan menentukan berapa banyak pendapatan yang dijamin dan tidak dijamin yang dapat diberikannya.

“Tanyakan pada diri Anda sendiri apa yang terjadi pada aliran pendapatan Anda jika ada penuruan pasar dan bagaimana portfolio Anda bisa mendapatkan keuntungan dari pasar yang sedang naik daun. Portfolio keuangan Anda harus fleksibel untuk memberi Anda kendali atas investasi Anda,” katanya.

Sumber:

https://www.straitstimes.com/business/invest/9-financial-planning-tips-for-millennials

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
© 2019 PT Kredit Pintar Indonesia. All rights reserved.