Terapi Belanja: Bagaimana Cara Melakukannya Tanpa Mengganggu Keuangan?

16 Aug 2018 by Edwin

Apa sih, yang biasanya Sobat Pintar lakukan untuk menghilangkan penat karena bekerja? Liburan? Makan-makan? Atau justru belanja?  Yep, belanja untuk kesenangan yang memiliki citra pemborosan ternyata bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan meningkatkan mood. Istilah psikologinya retail therapy atau terapi belanja. Terapi belanja merupakan hal nyata dan terbukti secara psikologis dapat membantu memperbaiki mood seseorang.

Bagaimana terapi belanja membantu memperbaiki kondisi psikologi seseorang?

Relaksasi dan “pelarian”

Teman dekat Sobat Pintar baru saja putus cinta, mengalami minggu yang berat dalam bekerja, atau sedang bertengkar hebat dengan keluarga dan tiba-tiba mengatakan, “Butuh banget shopping nih!”.

Berbelanja terbukti secara psikologis sebagai kegiatan penghilang penat. Dengan berbelanja, secara natural seseorang akan membayangkan dirinya dalam bagaimana dirinya menggunakan produk yang akan dibeli. Dengan membayangkan hal tersebut, secara tidak sadar mereka sebenarnya sudah memposisikan dirinya dalam lembaran baru hidup mereka secara tujuan. Sebagaimana banyak atlet papan atas berkata bahwa visualisasi diri di masa depan merupakan penunjang kinerja dan peredam kecemasan.  


Nah, ada cara untuk tetap melakukan terapi belanja tanpa merugikan keuangan pribadi:

  • Belanja barang yang memang sudah direncanakan
    Mungkin Sobat Pintar sudah berencana membeli baju baru untuk menghadiri kondangan sahabat. Atau bahkan sudah berencana membeli kado untuk pasangan. Nah, barang-barang tersebut bisa dijadikan alasan untuk melakukan terapi belanja. Dijamin deh, target belanja terpenuhi, kondisi psikis jadi lebih baik, dan keuangan pribadi gak akan terganggu.
  • Window shopping
    Pada dasarnya sensasi yang dicari dalam terapi belanja adalah visualisasi diri dengan barang yang akan dibeli. Dengan window shopping tanpa membeli barang tersebut, sebenarnya Sobat Pintar sudah mendapatkan efek positif dari terapi belanja.
  • Ditahan
    Bukan, yang ditahan bukan keinginannya, kok. Yang ditahan adalah barangnya. Ada beberapa pusat perbelanjaan yang bisa menyimpankan barang untuk dibeli nantinya. Dengan begini, Sobat Pintar bisa melakukan terapi belanja sekaligus melakukan perencanaan pembelian barang.

Tapi, ketiga poin di atas sifatnya adalah opsional atau bukan satu keharusan. Tetap ingin melakukan terapi belanja dan membeli barang baru? Boleh dong! 😀

Ingin ini, ingin itu tapi tidak ingin merusak cash flow bulanan? Pinjaman tunai cepat dari fintech bisa banget dimanfaatkan. Prosesnya cepat dan terjamin keamanannya, hanya dengan foto diri dan KTP, uang bisa cair ke rekening di bawah 24 jam.


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

mobile-closeKredit PintarDownload