Tahun 2018, OJK Terbitkan Peraturan Fintech

05 Jan 2018 by Edwin

Dalam beberapa tahun terakhir, iklim bisnis dan teknologi di Indonesia terus-menerus membaik. Sekarang banyak sekali layanan yang memudahkan para pelanggan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Nggak terkecuali di bidang ekonomi, udah mulai banyak fintech yang tumbuh dan berkembang. Otomatis, hal ini bikin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh perhatian serius dalam menyikapi perkembangan fintech sebagai industri pelayanan jasa keuangan berbasis teknologi.

Dalam menyikapi perkembangan fintech yang begitu pesatnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan sedang menggodok rancangan peraturan mengenai inovasi keuangan digital. Peraturan OJK (POJK) tersebut rencananya akan diterbitkan pada triwulan pertama tahun 2018.

Untuk membentuk peraturan OJK yang efektif dan menguntungkan berbagai pihak, tentunya dibutuhkan koordinasi antara pihak OJK dan beberapa instansi lain. Tujuannya untuk membuat peraturan-peraturan yang sifatnya prinsipal.

Nggak cuma menyusun peraturan, OJK juga sedang menyusun roadmap fintech di Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Hal itu dibuat dengan tujuan untuk menjadi acuan dalam pengembangan, pengaturan, dan pengawasan fintech di Indonesia.

Perhatian yang dikasih ke industri fintech juga nggak main-main lho, selain roadmap masa depan, OJK dan beberapa instansi terkait juga membentuk layanan fintech center berskala nasional. Layanan tersebut nantinya berfungsi sebagai koordinator penyelenggaraan kegiatan fintech supaya tetap dapat tumbuh dan berkembang tanpa melupakan aspek keamanan dan perlindungan konsumen.

Sampai akhir tahun 2017, udah ada puluhan perusahaan fintech yang beroperasi melayani masyarakat Indonesia. Pada khususnya, ada 27 perusahaan fintech peer to peer lending yang memudahkan banyak orang meminjam uang untuk memulai bisnis ataupun keperluan pribadi lainnya. Kedepannya, perusahaan fintech akan terus bertambah, bahkan dinyatakan ada 32 perusahaan yang masih dalam proses pendaftaran.

Dari jumlah yang baru hanya puluhan perusahaan, tapi ternyata total pembiayaan bisnis fintech sampai sekarang udah mencapai angka Rp 2,26 triliun dengan total 300.000 pelanggan lho. Jumlah yang cukup besar, kan?

mobile-closeKredit PintarDownload