Silent Treatment Dalam Sebuah Hubungan, Bahayakah?

04 Aug 2021 by Laruan

Dalam kehidupan rumah tangga, perselisihan antara suami dan istri lumrah terjadi. Dua orang yang hidup bersama, namun berasal dari latar belakang yang berbeda dan disatukan oleh sebuah ikatan bernama akad yang kemudian terbentuklah sebuah keluarga. Maka, wajar jika perseteruan dan kesalahpahaman terjadi. Cara yang dilakukan oleh masing-masing pasangan pun berbeda. Ada yang mampu menyelesaikan masalahnya dengan cara musyawarah, namun tak jarang pasangan yang memutuskan saling diam ketika pertengkaran terjadi atau melakukan silent treatment.

Silent Treatment Dalam Sebuah Hubungan, Bahayakah?

Tindakan dimana seseorang dengan sengaja mengabaikan pasangannya dan memilih untuk sibuk dengan kegiatannya sendiri sebagai bentuk upaya mengalihkan pertengkaran yang terjadi diantara mereka disebut juga dengan silent treatment. Namun, nyatanya tindakan seperti ini sering kali menjadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga dan dianggap kekanak-kanakan yang dapat berujung pada perpisahan.

Tak hanya dalam biduk rumah tangga, silent treatment, atau perlakuan tanpa respon juga bisa terjadi di berbagai jenis hubungan, seperti hubungan antara orang tua dan anak, dalam persahabatan dan rekan kerja. 

Terkadang, orang akhirnya memutuskan untuk diam ketika terlibat dalam suatu masalah karena diam dinilai paling mudah untuk dilakukan tanpa perlu menguras tenaga dan pikiran. Terlebih jika masalah tersebut membuat ia dalam keadaan sangat marah atau sangat frustasi. 

Biasanya perlakuan tanpa respon akan mereda dengan sendirinya ketika ketegangan mulai menurun atau masalah mulai terlupakan.

Perbuatan mendiamkan ini terkadang dapat dijadikan senjata oleh pelakunya sebagai bentuk kekerasan non fisik yang dapat membuat korbannya kehilangan harga diri, bahkan pelaku dapat mengontrol dan memanipulasi si korban.

Lalu apa penyebab seseorang melakukan perlakuan tanpa respon terhadap orang lain? Apakah hal ini merupakan suatu tindakan yang dapat menyelesaikan masalah atau malah memperkeruh masalah? Bahayakah perbuatan ini terhadap suatu hubungan?

Penyebab terjadinya silent treatment.

Terdapat beberapa alasan atau pemicu orang mendiamkan orang lain yang terlibat masalah dengannya.

  1. Berusaha menghindar.

Salah satu pemicu mengapa orang memilih diam ketika terlibat dalam suatu pertengkaran adalah karena berusaha menghindari masalah tersebut agar konflik tidak berkepanjangan. Hal ini, bisa disebabkan karena si pelaku tidak mendapatkan kata-kata, pembelaan atau solusi yang ingin disampaikannya. 

  1. Sebagai bentuk komunikasi.

Beberapa orang kadang tidak mampu mengekspresikan perasaan yang dirasakannya, termasuk perasaan kesal dan marah, sehingga mendiamkan masalah dipilihnya sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan persoalannya itu. Kemudian, berharap pasangan atau orang yang terlibat konflik dengannya dapat memahami maksud diamnya tersebut.

  1. Menghukum korbannya.

Penyebab lain mengapa orang bersikap diam terhadap orang lain yang bermasalah dengannya adalah untuk memberikan hukuman kepada orang tersebut. Bahkan pelaku dengan sengaja menggunakan perlakuan tanpa respon ini untuk mengontrol, menekan dan memanipulasi korban di bawah kekuasaannya. Sikap seperti ini dapat disebut sebagai bentuk pelecehan emosional. 

Apa dampaknya terhadap suatu hubungan?

Berdasarkan banyak kasus yang terjadi, penyelesaian masalah dengan cara mendiamkan orang lain bukanlah cara yang tepat. Biasanya pelakunya dalam rumah tangga atau suatu hubungan adalah pihak perempuan, namun tidak menutup kemungkinan bagi laki-laki untuk melakukannya. Keduanya memiliki kecenderungan dan potensi yang sama. 

Adapun dampak dari perlakuan tanpa respon ini adalah sebagai berikut:

  1. Melahirkan komunikasi negatif yang dapat berujung pada enggannya salah satu pihak untuk menyelesaikan konflik yang tengah terjadi. Pada akhirnya, masalah tidak pernah ada solusinya.
  2. Timbulnya rasa marah dari pihak yang didiamkan. Jika, pelaku terus-terusan menghindar ketika yang lain ingin mengajak bicara perihal masalah yang sedang mereka alami. Maka, lama kelamaan orang yang diabaikan tersebut akan terus menumpuk emosi negatif dalam dirinya karena merasa sangat tertekan yang membuatnya merasa rendah diri, berkecil hati, dan merasa tidak dihargai.
  3. Dampak lain dari perlakuan tanpa respon adalah hancurnya suatu hubungan. Jika itu kehidupan rumah tangga. Maka, sifat seperti ini dapat berakhir di pengadilan agama. Sebab masalah yang terjadi tidak pernah ada penyelesaiannya. Bahkan berpotensi menambah masalah baru yang tak kunjung ada solusinya. Rumah tangga yang sepeti ini, akan kesulitan membangun percakapan yang sehat dan keintiman dengan pasangannya. 

Ada banyak masalah yang memicu terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga, salah satunya adalah masalah keuangan. Keterbatasan ekonomi membuat banyak pasangan kebingungan memenuhi kebutuhan rumah tangganya yang kemudian berakhir dengan perselisihan. Namun saat ini, dengan kehadiran kredit pintar kehidupan terasa lebih mudah. Dengan pinjaman yang mudah serta kredit yang ringan rumah tangga bisa memulai usaha.

Lalu, bagaimana cara mengatasi perlakuan tanpa respon agar masalah dapat terselesaikan? 

Pada dasarnya setiap orang pasti ingin menyelesaikan masalahnya, orang yang bersikap diam terhadap masalah yang sedang dihadapinya terkadang adalah orang yang sedang mencari kesempatan dan membutuhkan ruang untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapinya itu.  Namun jika itu berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, ada baiknya Sobat Pintar mengambil tindakan lain agar keadaan membaik.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa kunci dari sebuah hubungan adalah komunikasi yang baik dan keterbukaan terhadap pasangan. Berikut ini merupakan langkah-langkah membangun kembali keterbukaan tersebut.

  1. Meminta pasangan untuk mengungkapkan perasaannya.

Dalam sebuah hubungan, terjalinnya komunikasi yang baik antara kedua belah pihak adalah kunci kesuksesan hubungan tersebut. Oleh karena itu ketika kita meminta pasangan untuk mau bercerita guna mengungkapkan perasaannya berarti kita telah memberikan kesempatan kepada pasangan untuk merasa  diperhatikan dan didengar. 

Selain itu, cara ini dinilai efektif untuk membangun rasa percaya dan terbuka kepada pasangan. Dengan demikian Sobat Pintar dan pasangan Sobat Pintar bisa menggunakan kesempatan ini untuk melakukan percakapan yang lebih dalam terutama terkait masalah yang sedang Sobat Pintar alami. Ketika pasangan Sobat Pintar bercerita, berusahalah menjadi pendengar yang baik dan tunjukkanlah rasa empati Sobat Pintar.

  1. Jelaskan mengapa Sobat Pintar bersikap diam.

Tidak ada masalah yang dapat diselesaikan ketika seseorang memilih untuk diam meski dalam keadaan yang teramat sulit. Cara mengatasinya yaitu dengan mengatakan secara langsung kepada orang yang bersangkutan dengan sejujur-jujurnya bahwa Sobat Pintar mengalami berbagai kesulitan akibat tindakannya itu. Katakan bahwa Sobat Pintar benar-benar merasa sedih dan bingung karena tidak tahu harus berbuat apa. 

Beritahu pasangan Sobat Pintar, bahwa jika ia terus bersikap diam kalian tidak akan bisa menyelesaikan konflik yang sedang terjadi. Justru akan memperburuk hubungan kalian. 

  1. Jangan merasa paling benar. 

Cara mengatasi perlakuan tanpa respon selanjutnya yaitu dengan bersikap legowo dan tidak saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. Perhatikan setiap pernyatan-pernyataan yang akan Sobat Pintar sampaikan serta fokus pada masalah. Hal ini akan membantu menghindari sikap saling menyalahkan dan merasa paling benar. 

Sesungguhnya mengajak partner Sobat Pintar berbicara sehabis masa silent treatment yang panjang bukanlah hal yang mudah. Tahan diri Sobat Pintar, hindari pertanyaan serta pernyataan yang menyudutkan dan usahakan untuk tetap tenang ketika pasangan mulai terpancing emosinya demi menghindari konflik baru.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload