Modis Tanpa Rusak Lingkungan, Kenali Apa Itu Fast Fashion?

15 Apr 2021 by Laruan
fast fashion

Semakin berjalannya waktu, lifestyle setiap individu juga semakin berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, fast fashion menjadi topik hangat di seluruh dunia. Apalagi dengan adanya dampak dari fast fashion yang “katanya” merusak lingkungan. Apa itu benar?

Industri fashion memang terlihat mewah dan glamor. Namun, industry inilah yang ternyata menyumbang polusi terbesar di dunia. Industri fashion nyatanya menghasilkan emisi gas yang lebih merusak iklim dibandingkan industri penerbangan dan pelayaran.

Sebelum memahami lebih lanjut mengenai ciri-ciri dan dampak fast fashion, kenali dulu apa itu fast fashion?

Pengertian Fast Fashion

Sebenarnya, apa itu fast fashion? Fast fashion sendiri ialah istilah yang sering digunakan sebagai gambaran desain pakaian yang bergerak cepat demi memenuhi trend baru. Segala desain yang muncul di catwalk segera menjamah toko-toko di mall sehingga semua orang dapat mencobanya.

Bukan tanpa alasan mengapa banyak orang yang bertanya-tanya apa itu fast fashion. Sejak tahun 2000, produksi busana meningkat 2 kali lipat di seluruh dunia. Konsumen di zaman milenial cenderung membeli dan menyimpan pakaian dalam waktu yang lama. Bahkan, ditemukan kebiasaan membuang baju bekas di pembuangan sampah pada berbagai negara maju.

Ciri – Ciri Fast Fashion

1.    Gaya Hidup Konsumtif

Konsep fast fashion adalah memproduksi pakaian secara cepat dalam jumlah banyak demi memenuhi permintaan pasar. Itulah sebabnya mengapa fast fashion mendukung gaya hidup konsumtif. Kapan lagi tampil modis dan kece dengan harga murah?

Strategi dari bisnis fast fashion adalah keterbatasan kuantitas di pakaian tertentu, sehingga membuat konsumen sadar untuk segera membeli produk sebelum kehabisan stok.

Fast fashion lebih fokus dalam menghasilkan barang harga rendah namun cepat dalam menanggapi permintaan konsumen.

2.    Mencemari Lingkungan

Ternyata, bisnis fast fashion juga menjadi penyumbang limbah terbesar. Hal ini diakibatkan oleh warna-warna cerah dalam jumlah besar sehingga menambah limbah industri. Pencelupan tekstil bisa mencemari air bersih, apalagi penggunaan petrokimia yang murah seperti bahan sintetis dan polyester yang sangat mencemari lingkungan.

Polyster sendiri menambah jumlah limbah plastic di lautan, apalagi microfiber yang tidak dapat terurai secara alami dan bisa mencemari rantai makanan.

3.    “Throw Away Clothes Culture”

Slogan ini sangat mencerminkan ciri-ciri dari fast fashion karena harga yang murah dan trend yang cepat. Pakaian yang lama pun dibuang tanpa saying demi mengikuti mode.

Bisnis fast fashion sungguh terbukti memberikan dampak mencemari lingkungan. Anda bisa mencoba bisnis lainnya yang lebih ramah lingkungan. Pinjaman uang Kredit pintar bisa membantu Anda untuk modal berbisnis.

4.    Mengesampingkan Banyak Pihak

Dengan produksi besar dan harga terjangkau, tentunya dampak lain yang ditimbulkan ialah pihak yang terkesampingkan demi tetap menjaga harga relatif rendah. Bisnis fast fashion bekerja sama dengan industri garmen yang ternyata memiliki standar upah kerja lebih rendah dibandingkan hasil yang diperoleh. Pekerjaan mereka terkesampingkan agar harga produk tetap terjangkau dan memenuhi permintaan trend di pasaran.

Masih banyak dampak lainnya yang tentu dihasilkan oleh bisnis fast fashion yang kini tengah naik daun.  Dengan mengetahui apa itu fast fashion, setidaknya kita bisa mengawali langkah untuk mengurangi hidup konsumtif dan polusi lingkungan, serta memilih ide bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Jika bingung soal modal berbisnis, Kredit pintar bisa membantu Anda dengan pinjaman uang cepat cair dan tanpa agunan. Hanya dalam hitungan menit, pinjaman uang Kredit pintar bisa langsung sampai di tangan Anda. Apalagi dengan pengajuan yang mudah dan hanya bermodalkan jaringan internet. Tunggu apalagi? Yuk sayangi bumi dengan bisnis ramah lingkungan.

kredit pintar

mobile-closeKredit PintarDownload