Memaknai Idul Adha 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

30 Aug 2021 by Laruan

Pada bulan Juni kemarin, jutaan umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha. Dalam keadaan biasa, umat Islam akan mengunjungi masjid dan mengadakan pertemuan komunitas besar. Karena pandemi virus Covid-19, perayaan Idul Adha 2021 terlihat sedikit berbeda. Khususnya di Indonesia, dimana beberapa daerah dikenai kebijakan PPKM darurat, ibadah sholat Idul Adha di masjid dan perayaan di tempat-tempat umum ditiadakan. 

Untuk lebih memaknai perayaan Idul Adha, mari kita membahas satu per satu mulai dari sejarah hingga cara kita memaknai Idul Adha di masa pandemi seperti sekarang.

Memaknai Idul Adha 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

Sejarah Idul Adha

Secara istilah, Idul Adha berasal dari Bahasa Arab yang menggambarkan salah satu hari besar umat Islam dengan rangkaian ibadah yang dilakukan di tanah suci Mekah, yang dikenal dengan ibadah haji. 

Sejarah Idul Adha merupakan kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Singkat cerita, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail di sebuah lembah tandus yang sepi. 

Dikisahkan Siti Hajar kehabisan air, ia mencari-cari sumber air sambil berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali hingga Allah menurunkan Malaikat Jibril untuk membuatkan sumber mata air untuk Siti Hajar. Hal inilah yang akhirnya mendasari salah satu rukun ibadah haji yaitu “sa’I” dan sumber air tersebut sekarang dikenal dengan sumur zamzam. 

Selanjutnya, Ismail tumbuh dewasa dan Allah kembali memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya tersebut. Karena kecintaan dan ketakwaan Nabi Ibrahim kepada perintah Allah, maka beliau dengan ikhlas menjalankan perintah tersebut. Hingga pada akhirnya Allah menggantikan posisi Ismail dengan seekor domba besar di saat terakhir Nabi Ibrahim melakukan penyembelihan. Hingga sekarang, peristiwa ini lah yang menjadi dasar ritual pemotongan hewan kurban. 

Ibadah di saat Idul Adha 2021, bisakah kita tetap beribadah di masa pandemi?

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang menjadi tanda perayaan Idul Adha. Ibadah haji dilakukan langsung di Tanah Suci dengan rangkaian rukun haji mulai dari Ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’I antara Safa dan Marwah, dan tahallul. 

Melihat kewajiban ibadah haji harus dilaksanakan di Tanah Suci, maka pada kondisi pandemi Covid-19 pemerintah Arab Saudi juga mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan ibadah haji pada tahun ini. Tentu banyak dari kita yang merasa kecewa, namun hal yang tidak boleh kita lupakan adalah Allah juga memerintahkan kepada kita semua untuk menjaga kesehatan dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merusak diri. Jika pada masa pandemi berkerumun dapat memperparah kondisi dan penyebaran virus Covid-19, maka lebih baik untuk menghindarinya.

Sama seperti perayaan Idul fitri, pada hari Idul Adha Allah juga memberikan perintah untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Hukum melaksanakan salat Idul Adha adalah “sunnah muakkadah”. Nabi Muhammad senantiasa melakukannya dan memerintahkan kepada seluruh umat Islam untuk melaksanakan salat Idul Adha. Hal ini merupakan bagian dari syiar Islam yang memperlihatkan bukti dari keimanan yang kuat dalam diri seseorang. 

Seperti yang kita ketahui bahwa di beberapa wilayah dengan angka penyebaran Covid-19 yang tinggi diberlakukan kebijakan PPKM darurat. Pada kebijakan tersebut juga ditegaskan bahwa pelaksanaan sholat Idul Adha di masjid maupun di tempat-tempat umum ditiadakan. 

Sebenarnya memang lebih dianjurkan untuk melaksanakan sholat Idul Adha secara bersama-sama di masjid atau di tanah lapang. Namun, hal tersebut tidaklah bersifat wajib. 

Dalam surat al-Kautsar ayat 2 yang artinya “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)”, dijelaskan bahwa laksanakanlah ibadah sholat karena Allah. Selanjutnya dalam surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…..”, dijelaskan Allah selalu menghendaki kemudahan bagi kita semua. Sehingga dari kedua ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa inti dari pelaksanaan sholat Idul Adha adalah bagaimana niat kita dalam melaksanakan ibadah hanya karena Allah. 

Hadits Bukhari dan Muslim juga menambahkan bahwa janganlah kita mencampur orang yang sakit dengan yang sehat. Dari hadist tersebut jelas ditegaskan bahwa pada kondisi pandemi seperti sekarang bukan suatu hal yang bijak jika kita tetap beramai-ramai memenuhi masjid ataupun tanah lapang untuk melaksanakan sholat bersama-sama. 

Selain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan kondisi yang parah sholat Idul Adha boleh dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga, maupun dilaksanakan sendirian. Yang terpenting adalah tetap melaksanakan rukun atau tata cara salat Idul Adha dengan baik, dan keikhlasan kita semua dalam melaksanakan ibadah hanya karena Allah. 

Pelaksanaan ibadah kurban saat Idul Adha 2021

Ibadan kurban adalah ibadah yang disyari’atkan kepada umat Islam yang memiliki kemampuan. 

Seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Hajj (22): ayat 37 yang artinya,

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya”.

Makna dari perayaan Idul Adha bukan hanya dilihat dari sisi pengorbanan hewan kurban tersebut. Makna sebenarnya dari kata “kurban” adalah keikhlasan dan ketakwaan umat manusia dalam usahanya untuk mencapai Ridha Allah. 

Melihat kembali sejarah Idul Adha, pada zaman Jahiliyah dahulu, manusia melakukan kurban yang akan disuguhkan pada patung-patung berhala sebagai tanda dari pemujaan. Daging hewan kurban akan diletakkan di sekitar patung berhala, serta darahnya akan disebar ke sekujur tubuh patung berhala tersebut. 

Hal inilah yang mendasari Allah menurunkan perintah Kurban melalui Nabi Ibrahim, dengan melakukan kurban sesungguhnya hanya untuk melakukan perintah Allah, bukan dengan tujuan lain apalagi sebagai media pemujaan. 

Dari hal tersebut kita dapat memaknai Idul Adha terutama pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Perayaan Idul Adha bukan dilihat dari sudut pandang besarnya perayaan dan selebrasi yang dilakukan. Melainkan adalah Allah hanya melihat ketakwaan kita sebagai Hamba Allah dalam melaksanakan perintah-Nya. 

Allah tidak melihat Idul Adha saat kita beramai-ramai berkerumun melakukan perayaan, namun Allah melihat lebih dalam bagaimana kesucian hati kita dalam memaknai Idul Adha itu sendiri. 

Hikmah Idul Adha 2021

Di tengah keterbatasan kita semua dalam melaksanakan Idul Adha di masa pandemi, namun kita tetap dapat mencapai hikmah Idul Adha. 

Hal pertama adalah bagaimana kita meneladani kisah Nabi Ibrahim mulai dari aspek kehidupan, keimanan, keberanian, kecerdasan serta ketaatannya kepada Allah. Apa yang ingin kita raih dalam Idul Adha bukanlah persembahan daging kurbannya, melainkan ketakwaan kepada Allah.

Selanjutnya adalah saling berbagi kebahagiaan kepada seluruh masyarakat. Hari raya Idul Adha dapat menjadi momentum dimana kita saling berbagi kepada saudara kita, terutama kaum duafa yang mungkin hanya memiliki kesempatan satu kali setiap tahunnya untuk mencicipi daging.

Walaupun di tengah pandemi, kita tidak bisa melakukan perayaan yang meriah, namun jika kita lihat dari sudut pandang saudara-saudara kita kesempatan ini mungkin menjadi hari yang sangat berharga. Seperti Hadist Riwayat Muslim yang menyebutkan Hari raya kurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah. Jadi sebagai penutup, apakah Idul Adha 2021 ini sudah kita maknai?

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload