Kenali Gejala dan Penyebab Bulimia Sejak Dini

24 Jun 2021 by Laruan
Kenali Gejala dan Penyebab Bulimia Sejak Dini

Ada beragam jenis gangguan mental yang jarang disadari oleh orang-orang, seperti salah satunya adalah bulimia. Gangguan ini dapat menyerang siapa saja, baik itu wanita maupun laki-laki, baik itu usia anak-anak, remaja maupun dewasa. Gangguan ini pada umumnya diderita oleh seseorang yang ingin menjaga atau menurunkan berat badannya, namun tidak dengan cara yang sehat dan tepat. Yuk ketahui apa saja pengertian, gejala, dan penyebab bulimia di sini! 

Pengertian Bulimia Nervosa

Gangguan ini didefinisikan sebagai gangguan makan yang pada umumnya ditandai oleh adanya keinginan untuk memaksa diri memuntahkan kembali semua makanan yang sudah dimakan. Gangguan ini masuk ke dalam kategori gangguan mental yang jika dibiarkan secara terus menerus tentu saja akan sangat berisiko dan berbahaya karena dapat mematikan.

Memuntahkan kembali isi perut dapat dilakukan secara paksa, baik itu dengan melakukan perogohan jari ke dalam kerongkongan sehingga memicu perut untuk menaikkan kembali makanan yang sebenarnya sudah siap diolah. Ada pun cara lain untuk memuntahkan isi perut kembali yaitu dengan mengkonsumsi obat pencahar dengan berlebihan.

Gangguan mental ini tentu saja merupakan hal yang tidak benar untuk dilakukan. Dilihat dari segi kesehatan, memuntahkan kembali makanan hanya untuk menjaga berat badan dan bentuk ideal tubuh tentu saja merupakan hal yang sama sekali tidak bisa dibenarkan. Apabila Anda ingin menjaga bentuk tubuh, seharusnya dilakukan dengan program diet yang sehat.

Diet yang sehat bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa program yang antara lainnya terdiri dari penerapan pola makan sehat dengan memilih menu-menu yang minim lemak dan kolesterol. Selain itu juga perlu diimbangi dengan banyak minum air putih. Program olahraga sesuai dengan kebutuhan juga diperlukan dalam menjaga bentuk tubuh tetap ideal.

Penyebab Terjadinya Bulimia

Pemicu terjadinya gangguan makan belum dapat diketahui dengan tepat dan akurat. Tetapi tentu saja ada beberapa faktor pemicu yang bisa menimbulkan kecenderungan gangguan mental ini. Yang pertama tentu saja karena adanya faktor keturunan. Apabila secara garis keturunan keluarga inti dijumpai saudara kandung atau orang tua yang mempunyai riwayat gangguan mental ini, maka dapat memicu risiko hal tersebut juga menimpa orang yang berada pada satu garis keturunan di dalam keluarga inti tersebut.

Faktor pemicu yang kedua adalah faktor internal dalam diri seseorang yang meliputi kondisi psikologis dan emosionalnya. Apabila seseorang memiliki beberapa gangguan mental baik ringan maupun berat seperti adanya depresi, gangguan PTSD atau stress pasca trauma, rasa cemas berlebihan, hingga OCD atau obsessive compulsive disorder, maka akan berisiko terkena gangguan mental gangguan makan pula.

Selain faktor internal, terdapat pula faktor eksternal yang dapat menyebabkan seseorang terkena gangguan mental dalam menjaga berat badan ini. Faktor eksternal tersebut terbagi menjadi dua, yaitu lingkungan sosial dan tuntutan pekerjaan. Faktor lingkungan sosial yang menjadi faktor eksternal pertama ini biasanya berwujud kritik, komentar, bullying, dan tekanan dari orang-orang sekitar.

Biasanya kritik dan lain sebagainya tersebut berisi terkait masalah berat badan seseorang yang dinilai tidak sesuai standar pada suatu lingkungan sosial di mana penderita berada. Pada umumnya memang sering terjadi di dalam lingkungan sosial bahwa seseorang yang memiliki berat badan berlebihan, bentuk tubuh gemuk, hingga kebiasaan sering makan akan menerima begitu banyak kritik dan komentar pedas dari orang-orang sekitarnya.

Komentar dan kritik pedas terkait bentuk badan tersebut tentu saja bisa memicu faktor internal di dalam diri seseorang, yaitu rasa cemas berlebihan apabila terus-menerus menerima kritik dan bahkan perlakuan tidak layak, hingga rasa depresi karena merasa hidupnya tidak akan bisa bahagia dan berjalan normal apabila tidak bisa menurunkan atau menjaga berat badan.

Faktor eksternal yang kedua yaitu faktor tuntutan pekerjaan. Ada beberapa jenis pekerjaan atau profesi yang menuntut seseorang harus dapat mempertahankan bentuk badan idealnya, dan tidak diperkenankan untuk mengalami kenaikan berat badan secara berlebihan. Pekerjaan yang biasanya menuntut seseorang untuk menjaga berat badannya tentu sangat beragam, misalnya seorang artis, model, bahkan atlet.

Gejala Gangguan Bulimia

Gejala Gangguan Bulimia

Setelah mengetahui apa saja pemicu gangguan makan, Anda juga perlu mengetahui apa saja gejala yang menyertai gangguan mental ini. Tanda utama yang menandai seseorang yang mengidap gangguan ini adalah adanya kecenderungan untuk diet ketat dan terobsesi untuk berhasil menjaga berat badan maupun bentuk tubuh dengan cepat.

Tanda lainnya yaitu apabila seseorang sangat membatasi jumlah makanan yang masuk ke dalam perut. Penderita biasanya hanya makan satu kali saja dalam sehari, atau makan dengan frekuensi yang normal namun dalam jumlah porsi yang sedikit sekali. Namun tanda ini bukan merupakan tanda yang mutlak terjadi.

Karena penderita gangguan ini juga bisa mengalami keinginan untuk makan secara banyak dan puas. Namun setelah makan, timbul perasaan bersalah yang menyebabkan penderita overthinking atau berpikiran berlebihan hingga mengalami gangguan cemas dan depresi. Sebagai jalan cepat, penderita akan segera memaksa dirinya untuk memuntahkan isi perutnya kembali semata-mata agar perasaan bersalah dan cemasnya hilang.

Dengan memuntahkan kembali makanan, penderita akan berpikir bahwa tubuhnya tidak akan bertambah gemuk. Ciri lain dari gangguan ini antara lainnya adalah kurang percaya diri, selalu menganggap dirinya buruk dalam hal bentuk tubuh, memiliki cemas berlebihan terhadap anggapan orang lain akan berat badan atau bentuk tubuhnya. 

Beberapa penderita lain bahkan juga merasa takut untuk berada di keramaian atau tempat-tempat umum. Penderita bahkan dapat merasa ketakutan ketika bertemu dengan orang lain, terutama orang asing. Selain tanda-tanda pada perilaku, terdapat tanda-tanda pada fisik yang bisa menjadi indikasi seseorang menderita gangguan mental ini.

Tanda fisik tersebut antara lainnya adalah rasa lemas dan lemah yang terus-menerus akibat kurangnya asupan nutrisi dan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Sering terjadi sakit perut, infeksi lambung, maupun keluhan perut kembung. Radang tenggorokan akibat seringnya makanan yang telah terkena asam lambung naik kembali menuju mulut. Rongga mulut pun juga akan mengalami keluhan, baik itu bau mulut, kerusakan pada gigi, hingga sakit gusi.

Bagi Anda yang merasa menderita gangguan mental ini atau melihat kerabat Anda mengalami gangguan ini, Anda bisa melakukan konsultasi kepada dokter. Dokter akan melakukan diagnosis apabila seseorang melakukan aktivitas memuntahkan kembali isi makanan sebanyak minimal satu kali dalam seminggu dan terus berlanjut selama setidaknya tiga bulan.

Demikianlah informasi yang perlu diketahui terkait pengertian, penyebab, dan juga ciri terjadinya gangguan makan. Anda bisa segera meminta pertolongan kepada dokter untuk mengetahui sudah sejauh mana potensi berbahaya yang telah diderita oleh tubuh. Penderita juga bisa menjumpai psikoterapi untuk mengembalikan kesehatan mental agar bisa terlepas dari rasa cemas dan depresi berlebihan terhadap berat badan maupun bentuk tubuh.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload