Ini 8 Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Ini 8 Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

25 May 2021 by kreditpintar
Ini 8 Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Apakah anak Sobat Pintar ingin menjalani diet gula dan pati? Atau menolak untuk mencoba sesuatu yang baru? Anak yang pilih-pilih makan bisa membuat frustasi dan jengkel. Tetapi bisa saja persepsi selera anak Sobat Pintar mungkin berbeda dari Sobat Pintar sendiri. Ada beberapa penyebab anak susah makan. Mari simak dan pelajari cara cara mengatasi anak susah makan.

Toleransi terhadap rasa pahit

Rasa pahit menimbulkan sinyal ke otak bahwa makanan yang sedang dikonsumsi berpotensi toksik. Dengan tubuh yang lebih kecil dan kapasitas detoksifikasi yang masih kurang berkembang, anak-anak lebih rentan terhadap efek racun. Sobat Pintar mungkin mengasumsi bahwa buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah yang kita makan aman, tetapi banyak juga yang mengandung racun alami. Ahli biologi percaya bahwa racun yang ada secara alami memang ada untuk mencegah hewan liar memakannya.

Tidak heran bahwa anak-anak sensitif terhadap rasa pahit. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang memiliki setidaknya satu salinan alel sensitif pahit lebih mungkin mendeteksi kepahitan dalam konsentrasi rendah. Yang lebih menariknya lagi, anak-anak dengan genotipe sensitif pahit dinilai sebagai “lebih emosional” oleh ibunya jika ibu mereka hanya memiliki alel yang peka pahit. Jadi mungkin konflik antara anak yang susah makan dan orang tua mereka disebabkan oleh ketidakcocokan genetik.

Cenderung memilih makanan kaya energi

Walaupun masih kecil, anak-anak justru membutuhkan lebih banyak makanan daripada orang dewasa karena tubuh mereka masih berkembang dan untuk mempersiapkan badan mereka saat membakar energi. Anak kecil juga memiliki saluran pencernaan yang lebih kecil dan pendek, sehingga lebih sulit untuk mencerna makanan yang tinggi serat dan/atau memiliki racun alami.

Memang masuk akal kalau diperjelaskan dengan sains. Benda yang lebih kecil cenderung memiliki lebih banyak luas permukaan relatif terhadap volume, sehingga kehilangan lebih banyak panas tubuh dalam durasi yang lebih cepat. Itulah salah satu penyebab anak susah makan: manusia (dan makhluk hidup yang lain) yang bertubuh kecil perlu fokus pada makanan yang menghasilkan banyak energi dengan jumlah yang sedikit. Jadi wajarlah kalau anak-anak memiliki ketertarikan khusus untuk makanan yang kaya energi dan memiliki kandungan gula yang tinggi seperti permen dan sereal. Mereka juga cenderung tidak menyebut susu atau air sebagai minuman favorit.

Genetika dan pengalaman rasa awal

Sebuah studi kembar meneliti kemungkinan bahwa neofobia makanan—keengganan untuk makan makanan baru—ditentukan secara genetik. Para peneliti menemukan bahwa kembar identik lebih cenderung memiliki ciri-ciri neophobia daripada kembar fraternal. Secara keseluruhan, sekitar 2/3 variasi antar individu disebabkan oleh faktor keturunan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa calon bayi dapat merasakan rasa makanan yang dikonsumsi ibu hamilnya. Rasa makanan juga bisa ditularkan melalui ASI. Pengalaman rasa awal ini dapat membentuk preferensi rasa pada anak-anak, membuat mereka lebih cenderung menikmati rasa yang sebelumnya mereka temui dalam cairan ketuban atau ASI.

Pengaruh dari isyarat sosial, taktik pemberian makan orang tua, dan cara penyajian makanan baru

Satu penelitian terhadap lebih dari 7800 anak-anak Inggris meneliti hubungan antara pengenalan “makanan padat” atau makanan kenyal selama masa bayi dan perilaku makan selanjutnya. Dibandingkan dengan bayi yang diperkenalkan dengan makanan padat antara 6-9 bulan, bayi yang diperkenalkan belakangan memiliki variasi makanan yang lebih sedikit dan lebih banyak masalah makan pada usia tujuh tahun. Penelitian lain menunjukkan bahwa membuat balita terbiasa dengan makanan baru (misalnya dengan menampilkan gambar di buku bergambar) memiliki efek positif pada penerimaan makanan.

Sajikan buah segar sebagai pengganti jus, kue, permen, dan manisan lainnya tapi hindari aturan makanan anti junk food yang ketat

Terlalu banyak makanan “sampah” yang manis dan bertepung dapat merusak nafsu makan makanan yang sehat dan membuatnya berisiko mengalami obesitas. Sebaliknya, anak menjadi kurang menyukai makanan jika dipaksa untuk memakannya. Misalnya, satu studi observasi telah melaporkan bahwa anak-anak yang lebih tertekan untuk makan sebenarnya mengkonsumsi lebih sedikit buah dan sayuran dan lebih banyak makanan ringan yang tidak sehat. Studi retrospektif lain menemukan bahwa mahasiswa yang ingat pernah ditekan ketika masih anak-anak terus tidak menyukai makanan yang dipaksa orang tua mereka untuk makan. Jika diberikan pilihan, mereka akan menghindari makanan tersebut hari ini.

Orang tua disarankan mengambil pendekatan positif, seperti menawarkan pengganti buah segar, daripada bertindak seperti polisi makanan. Mengalihkan perhatian anak Sobat Pintar ke buah akan membantu mereka mengonsumsi lebih banyak serat dan vitamin. Metode ini termasuk salah satu yang paling efektif dalam cara mengatasi anak susah makan.

Jangan mencoba memberi makan anak saat dia tidak lapar, tetapi jangan membuatnya kelaparan

Ini mungkin terlihat jelas namun tidak selalu mudah untuk menentukan waktu yang tepat. Nafsu makan seorang anak dapat bervariasi dari minggu ke minggu tergantung pada waktu pertumbuhannya. Dan meskipun Sobat Pintar ingin menghindari memberi makan anak Sobat Pintar saat dia tidak lapar, Sobat Pintar juga tidak ingin membuatnya menunggu terlalu lama di antara waktu makan. Saat kadar gula darah anak Sobat Pintar turun, dia akan mulai merasa sakit atau mual—dan kurang tertarik pada makanan.

Pasangkan makanan baru dengan makanan favorit mereka

Walaupun makanan pahit memang tidak enak untuk dikonsumsi, ini tidak berarti bahwa semua makanan pahit itu buruk bagi kita. Banyak herbal dan rempah-rempah pahit bersifat seperti obat. Beberapa eksperimen menunjukkan bahwa mereka dapat meningkatkan selera pada makanan pahit atau asam jika, untuk pertama kalinya, dicampur dengan sesuatu yang manis. Sobat Pintar dapat memanfaatkan fenomena ini untuk memperluas pola makan anak Sobat Pintar.

Para peneliti menguji ide ini dengan berbagai macam eksperimen. Yang pertama dengan memberi anak-anak pilihan dari dua jenis keripik: satu yang sudah dikenal dan yang baru. Selain itu, beberapa anak ditawari saus yang familiar sedangkan yang lainnya ditawari saus yang tidak dikenal. Diketahui bahwa anak-anak yang memiliki akses ke saus yang sudah dikenal lebih cenderung mencoba mencicipi keripik baru. Dalam satu percobaan yang berbeda, anak-anak kehilangan keengganan mereka pada jus jeruk pahit jika awalnya dicampur dengan gula tambahan.

Terus tunjukkan anak Sobat Pintar pada berbagai makanan

Salah satu penyebab anak susah makan paling umum adalah kurangnya variasi dalam pola makan mereka. Satu studi telah menemukan korelasi antara jumlah buah dan sayuran berbeda yang dimasak orang tua dan kesediaan anak-anak mereka untuk makan makanan tersebut. Penelitian lain telah melaporkan bahwa anak-anak meningkatkan kesukaan mereka dan konsumsi sayuran setelah mereka diminta untuk mencicipinya setiap hari selama dua minggu.

Kesuksesan lebih mungkin jika anak-anak benar-benar mencicipi makanannya. Satu penelitian melaporkan bahwa hanya dengan melihat gambar makanan baru memiliki efek positif pada balita, namun penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak perlu mencicipi makanan untuk mengubah pola perilaku mereka.

Sobat Pintar juga tidak ingin memaksa anak-anak untuk mencicipi makanan. Sebaliknya, Sobat Pintar mencoba mendorong mereka dengan mendeskripsikan makanan secara positif dan memakannya sendiri. Sobat Pintar juga ingin menghindari menyajikan anak Sobat Pintar dengan lebih dari satu makanan baru pada satu waktu, setidaknya sampai dia dewasa.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk