Apa Aja Sih Hasil Annual Meetings IMF – WB 2018?

16 Oct 2018 by Edwin

IMF (International Monetary Fund) – World Bank Annual Meetings 2018 di Bali baru saja selesai digelar. Dengan dihadiri oleh 189 negara, Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan ini dibanjiri pujian karena mempersiapkan acara ini dengan matang walaupun sedang dilanda bencana. Banyak hal positif dihasilkan dari pertemuan tahunan tersebut yang bermanfaat untuk pengembangan perekonomian Indonesia.

Setelah usai terselenggara, banyak momen yang justru memunculkan polemik. Berikut adalah rangkuman IMF – World Bank 2018 yang digelar pada 12 – 14 Oktober 2018 tersebut:

Perhelatan IMF-WB yang menuai kontroversi

Annual Meetings IMF – World Bank 2018 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali awalnya memang menuai kontroversi dari berbagai pihak. Banyak yang warganet yang menyindir dan menyebut bahwa pertemuan ini bagai pesta di atas penderitaan warga Palu yang baru saja dilanda bencana gempa dan tsunami. Padahal kenyataanya, pertemuan skala Internasional ini adalah perwujudan dari permintaan pemerintah pada Era SBY. Sehingga pernyataan warganet tersebut tidak bisa terjustifikasi.

Fakta yang lain menyebutkan rencana anggaran untuk penyelenggaraan AM IMF – World Bank 2018 sudah dibuat sejak tahun 2017 dengan menggunakan APBN Tahun 2017 dan 2018.

“Pendanaan dari APBN 2017-2018 sebanyak Rp855 miliar, tapi yang kami gunakan akhirnya Rp556 miliar dan yang sudah dibayarkan sebesar Rp192,1 miliar. Angka ini kami hemat dari yang tidak perlu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sekaligus Ketua Panitia Nasional AM IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10). (Dikutip dari: CNN Indonesia)

AM IMF – WB yang diramaikan banyak tokoh penting

[Kiri–Kanan] Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani; Presiden World Bank Group, Jim Young-kim; Presiden Indonesia, Jokowi; Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde. (doc: World Bank Photo Collections)Jumlah peserta pertemuan IMF tahunan ini jauh melebihi ekspektasi, yaitu sebanyak 36.339 peserta dari estimasi hanya 19.000 orang saja. Terdapat beberapa tokoh besar dunia yang turut meramaikan AM IMF – World Bank 2018. Seperti Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Presiden World Bank Jim Young-kim, dan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Jarome Hayden Powell.

Selain The Fed, Gubernur Bank Sentral Uni Eropa Mario Draghi dan Gubernur dari Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda turut hadir dalam AM IMF – WB 2018. Ada pula beberapa tokoh korporasi besar yang datang, seperti pendiri Alibaba Group Jack Ma, pendiri Microsoft Bill Gates dan beberapa tokoh korporasi lain.

Tak lupa, beberapa pejabat tinggi pemerintahan Indonesia turut menyambut para peserta yang hadir. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, beberapa Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan para petinggi negara lainnya hadir meramaikan pertemuan tahunan tersebut.

Kabarnya, Indonesia mampu menaikkan standar pertemuan tahunan IMF – World Bank terutama dalam hal standard keamanan dan tingkat profesionalitas penyelenggara.

Pidato ‘Game of Thrones’ dari Jokowi

Salah satu momen yang menjadi highlight media saat pertemuan tahunan IMF-WB 2018 adalah pidato Presiden Jokowi yang menggunakan cerita serial tevisi ‘Game of Thrones’ untuk mengibaratkan apa yang terjadi di dunia beberapa tahun terakhir. Di akhir pidato Jokowi menyebutkan frasa ikonik dari serial televisi tersebut, “Winter is Coming”, yang digunakan untuk menggambarkan ancaman lebih besar yang mengintai kita seperti misalnya perubahan iklim, terorisme global, hingga menurunnya ekonomi global.

Meski pidato Jokowi menarik perhatian seluruh peserta, lahir polemik di jagad maya karena pidato nyentrik tersebut. Seperti sifat dunia maya pada umumnya, konflik ini pun dengan cepat melahirkan meme yang sontak menarik perhatian warganet. Menanggapi hal ini, Jokowi pun langsung angkat bicara. Dalam Sidang Senat Terbuka Universitas Kristen Indonesia, Jokowi kembali menjelaskan apa yang dimaksud dari konteks pidato menganalogikan ‘Game of Thrones’ yang digunakan pada pidato IMF-WB 2018 di, Senin (15/10/2018).

12 Rangka Kebijakan untuk Fintech

Salah satu agenda penting dalam AM IMF – WB 2018 adalah Bali Fintech Agenda 2018. Pertemuan ini melahirkan 12 Rangka Kebijakan yang mendukung pertumbuhan fintech untuk peningkatan indeks inklusi keuangan dunia serta mengatur risiko yang mungkin timbul. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyebutkan, Fintech merupakan alat yang sesuai untuk mewujudkan peningkatan ini.

Dampak positif AM IMF – WB 2018 terhadap perekonomian Indonesia

Dari segi dampak positif pariwisata tentunya jumlah wisatawan yang akan mengunjungi Bali diprediksi akan meningkat. Pasalnya sebagian dana yang dianggarkan digunakan untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur di Bali yang akhirnya memberi kesan positif terhadap seluruh peserta dari 189 negara.

Untuk dampak jangka panjang, kesan positif yang dimunculkan saat pertemuan tahunan Internasional tersebut membuat Indonesia mendapat kepercayaan lebih di mata dunia. Terbukti dari signing investasi yang mencapai Rp 200 triliun (sekitar US$ 13,5 miliar) yang didapat oleh perusahaan BUMN pada agenda Forum Investasi Bali 2018. Sedangkan untuk masalah penurunan nilai tukar nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS yang belakangan jadi sorotan pemerintah Indonesia, pertemuan tahunan ini memang tidak memberi dampak apapun. Pasalnya, penurunan nilai tukar ini memang disebabkan karena kondisi perekonomian global yang sedang tidak stabil.