Awas Ketipu! Jebakan Fintech Predatory Lending, Pinjaman Online Palsu

04 Sep 2018 by Edwin

Fintech (Financial Technology) yang bergerak sebagai penyedia pinjaman online dua tahun belakangan ini baru marak di Indonesia dengan menuai banyak kontroversi. Banyak yang memang merasa terbantu dengan pinjaman online dana cepat yang disediakan, namun ada juga yang merasa dirugikan seperti yang marak diberitakan dalam media ini. Mayoritas kasus yang menyuarakan kekecewaan mereka terhadap layanan pinjaman online yang disediakan oleh Fintech adalah mereka yang menjadi korban dari praktik Predatory Lending.

Ketua Bidang Peminjaman Cash Loan Aftech Sunu Widyatmoko menuturkan bahwa masyarakat seharusnya mengenali dulu Fintech penyedia pinjaman online sebelum menggunakan layanannya. Menurutnya, Predatory Lending sendiri adalah praktik penipuan yang akan memeras uang peminjam. Dirinya menjelaskan bahwa kriteria utama Fintech bisa dibilang aman yaitu kalau Fintech tersebut sudah terdaftar di OJK.

Sampai saat ini ada 63 perusahaan Fintech P2P lending yang terdaftar di OJK.

Selain kriteria tersebut, menurut Sunu, Predatory Lending bisa diketahui dari ciri berikut:

  • Proyeksi bunga tidak jelas

Biasanya jika mengajukan pinjaman online di Fintech resmi yang terdaftar di OJK, akan ada perhitungan terperinci mengenai bunga sesuai besar pinjaman yang diajukan. Bahkan perhitungan tersebut biasanya sudah akan ditunjukkan di deskripsi aplikasi fintech tersebut. Kalau fintech Predatory Lending biasanya tidak mencantumkan perhitungan tersebut. Selain itu, besaran bunganya terbilang asal-asalan. Pada akhirnya, fintech predatory lending akan merugikan peminjam karena bunganya terlampau besar.

  • Kurangnya informasi akan denda

Pada umumnya, fintech akan menjelaskan tentang adanya denda jika peminjam terlambat melakukan pembayaran. Jika fintech tersebut tidak memberi keterangan ini, maka layanannya perlu dihindari.

  • Tidak ada perhitungan denda

Perhitungan denda keterlambatan pembayaran juga merupakan hal wajib yang perlu dicantumkan oleh fintech penyedia jasa pinjaman online. Hal ini perlu untuk menghindarkan peminjam dari kerugian yang tak dapat mereka perkirakan dari awal.


Demi menghindari praktik Predatory Lending yang merugikan, cara yang paling mudah adalah menggunakan layanan Fintech yang memang sudah terdaftar di OJK. Salah satu yang terbukti aman dan memberikan bunga paling rendah dari fintech yang lain adalah Kredit Pintar. Pinjaman yang disediakan tersedia hingga Rp 2 Juta dengan tenor pengembalian hingga 3 bulan memberi terbukti banyak manfaat bagi peminjam. Selain itu, CS Kredit Pintar juga siap membantu dengan sabar bagi peminjam yang mengalami kesulitan dalam melakukan proses pengajuan.


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat. Ingin mengenal Kredit Pintar lebih dekat?

mobile-closeKredit PintarDownload