Fintech Menjamur, Bank Makin Yakin untuk Ekspansi Digital

06 Jan 2018 by Edwin

Nggak bisa dipungkiri, tahun 2017 kemarin arus digitalisasi sektor keuangan benar-benar melonjak naik dengan tajam. Lembaga keuangan yang sebelumnya masih berjalan secara konvensional, otomatis harus mengikuti hype ini untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini udah mulai dilakukan beberapa bank dengan berinvestasi di teknologi digital.

Ada yang membangun divisi digital, ada yang membuat produk perbankan secara digital, bahkan beberapa bank besar mendirikan anak usaha modal ventura yang khusus mendanai perusahaan startup diteknologi keuangan atau fintech.

Beberapa startup yang diminati oleh bank besar adalah fintech yang bergerak di bidang payment, lending, dan solusi usaha kecil dan menengah (UKM). Nggak sedikit juga bank yang membidik perusahaan rintisan untuk dijadikan lahan investasi.

Salah satu produk yang jadi bukti ekspansi digital perbankan adalah Jenius, yang dikembangkan oleh Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN). Jenius diperkenalkan pertama kali pada pertengahan 2016. Sebelum diluncurkan, tentunya udah ada penelitian komprehensif tentang kebutuhan masyarakat yang digital savvy di Indonesia, perkembangan teknologi digital, dan digital banking di dunia.

Beda dengan BTPN, Bank Mandiri Tbk juga agresif dalam ekspansi digitalnya. Bank Mandiri merambah bisnis digital dengan bendera PT Mandiri Capital Indonesia untuk mengucurkan investasi ke delapan startup, terhitung hingga akhir tahun 2017. Total nilai investasinya pun nggak main-main, sekitar Rp 350 miliar.

Meningkatnya perusahaan fintech membuat pembiayaan modal ventura juga menanjak. Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) memperkirakan industri fintech bisa tumbuh hingga dobel digit di tahun depan, setelah tahun ini tercatat pembiayaan sejumlah Rp 6,78 triliun.

Well, semoga dengan meningkatnya pembiayaan di sektor fintech, bisa meningkatkan nilai industri dan perekonomian di Indonesia.