Dampak Negatif  Burnout dan Cara Mengatasinya

11 Nov 2021 by Laruan, Last edit: 15 Nov 2021
tantangan melakukan home office dan work from home - burn out potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Burnout adalah kondisi yang dialami oleh seseorang yang disebabkan oleh beban pekerjaan yang menumpuk dan terjadi dalam kurun waktu yang lama sehingga  menyebabkan  kesehatan fisik dan mental terganggu. Burnout pertama kali dikemukakan Freudenberg, seorang psikiater di New York pada tahun 1974. Freudenberg melihat banyak sukarelawan yang awalnya semangat membantu pasien, tiba-tiba mengalami penurunan motivasi dan komitmen kerja, yang disertai dengan kelelahan mental dan fisik. Menurut Maslach & Schaufeli menyatakan bahwa burnout merupakan kelelahan fisik dan emosional yang menyebabkan konsep diri negatif, kurangnya konsentrasi, dan sikap kerja yang buruk.

Dalam dunia kerja burnout biasanya terjadi akibat beban kerja yang besar, kurangnya apresiasi dari atasan, memiliki pekerjaan yang monoton, menghadapi tekanan lingkungan kerja yang menyebabkan stress. Siapa saja bisa mengalami burnout, namun kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang yang sering memaksakan diri untuk terus bekerja tanpa kehidupan yang seimbang. 

Tanda – tanda seseorang mengalami Burn Out: 

  1. Kelelahan secara Fisik 

Kelelahan fisik muncul saat pekerjaan sudah melampaui batas maksimal seseorang, dimana kapasitas kerja setiap orang rata-rata 8 -10 jam dengan asupan makanan yang baik, dan juga didukung aktivitas olahraga untuk menjaga stamina tubuh. Apabila pekerjaan sudah melampaui batas dan juga asupan makanan sehat tidak terpenuhi dan berlangsung terus menerus akibat tuntutan pekerjaan maka akan terjadi kelelahan fisik. Kelelahan fisik juga terjadi akibat melakukan pekerjaan sampai larut malam secara terus menerus sehingga kurang istirahat.

  1. Kelelahan Emosional

Kelelahan Emosional terjadi dapat dipicu karena kelelahan fisik yang terjadi secara terus menerus sehingga membuat respon negatif terhadap apa yang terjadi di lingkungan. Rasa tidak mampu  salah satu ciri burnout adalah hilangnya semangat bekerja dan minat terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. 

  1. Tidak bersemangat dan mulai bosan dengan pekerjaan yang di tekuni

Burnout yang disebabkan oleh stress dan frustasi saat bekerja membuat seseorang kehilangan semangat kerja dan juga tidak maksimal dalam berkonsentrasi di pekerjaan, menyebabkan mulai tidak menyukai pekerjaannya dan pada akhirnya akan merasa bosan dengan pekerjaan yang ditekuninya.

  1.  Tidak fokus dan kinerja menurun

Burnout juga bisa menyebabkan kinerja dan prestasi kerja menurun. Hal ini dipicu oleh hilangnya minat terhadap pekerjaan yang sedang ditekuni, sehingga hasil yang didapat menjadi kurang memuaskan. Ketika hasil yang dicapai sering tidak sesuai dengan harapan maka akan membuat seseorang kinerjanya menurun

  1. Mudah tersinggung 

Orang yang sedang merasakan burnout mengalami kondisi kelelahan fisik dan emosi yang membuat menjadi lebih sensitif terhadap suatu perkataan atau kejadian sehingga sering lebih mudah tersinggung, marah, dan kecewa terhadap sesuatu. Hal ini terjadi karena apa yang di dengar dan dilihat kadang dikaitkan dengan apa yang sedang dialami dan tidak adanya ruang untuk bisa melihat sesuatu lebih obyektif. 

  1. Konsep diri negatif  dan Suka menyendiri menarik diri  dari lingkungan sosial

Stres dan frustasi akan pekerjaan membuat penderita burnout bersikap sinis terhadap orang-orang yang bekerja dengan mereka. Pekerjaan yang ditekuninya dianggap sebagai beban hidup sehingga membuat mereka enggan atau berhenti bersosialisasi dengan rekan kerja, teman, maupun anggota keluarga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut. Kondisi tersebut akan mempengaruhi konsep diri seseorang merasa tidak layak, merasa tidak mampu, atau bahkan merasa tidak lagi membutuhkan interaksi dengan lingkungan.

  1. Mudah sakit

Burnout yang berlangsung terus menerus dan tidak segera dicarikan solusinya akan menyebabkan menurunya kondisi kesehatan sehingga mudah terkena sakit, baik itu sakit ringan maupun sakit berat yang dipicu oleh kebiasaan begadang, makan tidak teratur, emosi yang ditahan, dan juga kurangnya keseimbangan hidup. Burnout juga menyebabkan seseorang mengabaikan dirinya untuk menjaga kesehatan karena tuntutan pekerjaan yang baginya harus segera diselesaikan namun belum selesai – selesai.

Cara Mengatasi Burnout

Burnout yang dibiarkan berlarut – larut akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental dan berpengaruh terhadap kehidupan dalam lingkungan keluarga maupun sosial seperti terjadinya konflik dalam keluarga atau hubungan sosial yang tidak sehat. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya Burn Out: 

1. Perbaiki Mindset tentang arti bekerja

Mindset atau cara pandang seseorang dalam bekerja menentukan bagaimana orang tersebut akan melakukan pekerjaannya. Seseorang yang menganggap bahwa pekerjaan adalah segalanya dalam hidupnya, maka akan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pekerjaan yang dilakukan, biasanya orang – orang yang seperti ini disebut dengan workaholic, dan pada kondisi dan titik tertentu akan mengalami titik jenuh dan kelelahan yang luar biasa, karena menghabiskan waktu sepenuhnya untuk pekerjaan. 

2. Membuat prioritas

Pekerjaan tidak akan pernah ada habisnya, dan semua hal kadang menuntut untuk di prioritaskan. Bisa jadi burnout disebabkan karena semua pekerjaan dan semua hal ingin diselesaikan dalam sekali waktu. Padahal ada pekerjaan – pekerjaan yang sebenarnya bisa dikelompokkan dan diselesaikan secara berurutan, meskipun bisa jadi datangnya pekerjaan bersamaan. Ada empat kategori pekerjaan yang bisa dikelompokkan (1) penting dan urgent, (2) pekerjaan yang penting dan tidak urgent, (3) pekerjaan yang tidak penting tapi urgent, (4) pekerjaan yang tidak penting dan tidak urgent. Dengan mengelompokkan prioritas pekerjaan maka akan memudahkan dalam mengatur  pekerjaan dan menjaga keseimbangan hidup.

3. Kurangi ekspektasi dan berikan apresiasi terhadap diri sendiri

Mempunyai ekspektasi terhadap sesuatu adalah hal yang biasa, tetapi mempunyai ekspektasi yang tinggi akan Sesuatu hal dan menaruh harapan yang besar terhadap sesuatu akan membuat kekecewaan yang mendalam apabila hal tersebut tidak tercapai. Sangat penting untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi terhadap sesuatu, dan mulai belajar menghargai hal-hal kecil atau pencapaian – pencapaian kecil dalam setiap tahapan menuju pencapaian kerja yang lebih besar. Hal ini akan memberikan energi positif dan mengobati kelelahan yang terjadi karena ada pencapaian dan rasa puas terhadap sesuatu.

4. Jaga keseimbangan hidup

Menjaga keseimbangan hidup sangat penting, karena masih banyak yang berpendapat bahwa kegiatan diluar pekerjaan dan bersosialisasi akan membuat tidak fokus, padahal kenyataanya banyak ide-ide dan semangat kerja bahkan muncul dari kegiatan yang dilakukan diluar tempat kerja dan juga hasil dari sharing dan diskusi ringan dengan orang diluar pekerjaan.  Sosialisasi dan juga keseimbangan hidup juga akan membantu untuk melihat lebih luas tentang makna dari apa yang sedang dikerjakan dan ini akan memberi semangat dalam bekerja. Orang-orang disekitar seperti keluarga, sahabat, dan komunitas akan menjadi support yang baik.  

5. Gaya Hidup Sehat 

Berapapun besarnya nilai pekerjaan dan nilai pencapaian dari pekerjaan tidak akan berarti apabila hal itu bisa merusak kesehatan atau menyebabkan kita tidak bisa menikmati apa yang sudah kita upayakan dengan maksimal. Berapa biaya kesehatan yang kita perlukan untuk membuat kita kembali sehat apabila kita tiba-tiba drop, kelelahan, dan sakit akibat kita mengalami burnout. Banyak orang mengejar pencapaian dan hasil maksimal dengan mengabaikan makan, istirahat, dan olahraga serta keluarga dengan mengambil semua tanggung jawab dan pekerjaan tanpa mengukur kemampuan diri sendiri, sehingga drop dan bahkan tidak bisa lagi menikmati hasil pekerjaanya. Untuk itu sangat penting menjaga pola hidup sehat. Karena kesehatan adalah hal yang sangat berharga mendukung apa yang kita kerjakan.

  1. Meningkatkan Spiritual 

Orang yang mengalami burnout sangat membutuhkan untuk tenang dan juga rileks, hal ini bisa dilakukan dengan meningkatkan spiritual dengan melakukan ibadah secara rutin dan khusuk, membaca buku-buku, mendengarkan inspirasi dan ceramah yang tenang dan damai, atau melakukan kegiatan meditasi sehingga bisa melepaskan ketegangan dan mendapatkan ketenangan. Dengan tingkat spiritual yang tinggi justru akan banyak ide dan pemecahan masalah diluar kapasitas pemikiran manusia yang bisa muncul setiap saat, disaat kita sedang mengalami kebuntuan, atau hal ini sering disebut “hikmat” dalam menyelesaikan pekerjaan yang rasanya membebani dan buntu.

Apabila Anda mengalami burnout dan juga sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasinya seperti paparan diatas, segera konsultasikan kepada pihak-pihak yang lebih paham dan ahli seperti pimpinan, psikolog ataupun coach anda yang bisa membantu menguraikan kondisi dan permasalahan anda. Jangan bercerita dan sharing dengan yang tidak kompeten karena akan semakin menambah beban dan masalah anda berlarut – larut.  

Kredit Pintar memberikan kemudahan anda mengatur kebutuhan dan mengatasi permasalahan pendanaan seperti pendidikan anak, renovasi rumah, pembelian alat rumah tangga, dan keperluan lainnya untuk mempermudah kerja dan meringankan beban.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
15 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload