Capek Kerja, Ini dia Solusi Mengatasi Burnout

08 Nov 2021 by Laruan, Last edit: 08 Nov 2021

Istilah burnout pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Amerika Herbert Freudenberger sekitar tahun 1970. Ia menggambarkan burnout sebagai konsekuensi dari stres berat dan kelelahan dalam sebuah profesi. Hingga sekarang, istilah ini tidak hanya dikaitkan pada profesi tertentu. Mulai dari pekerja hingga ibu rumah tangga dan pelajar juga bisa mengalami burnout. Disini juga akan cara mengatasi burnout

Burnout

Apa itu Burnout?

Burnout adalah suatu sindrom psikologis yang muncul sebagai respon terhadap sumber stres berkepanjangan yang dialami seseorang. Tiga respon utama yang dialami seseorang yang burnout adalah kelelahan yang luar biasa, perasaan sinis terhadap pekerjaan yang dilakukan, dan perasaan rendah diri terhadap apa yang dikerjakan.

Kelelahan digambarkan sebagai kehilangan energi terhadap suatu hal yang sedang dikerjakan. Sinisme digambarkan sebagai sikap negatif terhadap diri sendiri, kehilangan idealisme, cepat marah dan penarikan diri secara sosial. Sedangkan perasaan rendah diri digambarkan dengan berkurangnya pencapaian pribadi, menurunnya produktivitas, dan ketidakmampuan dalam mengatasi permasalahan. 

Apa Saja Penyebab Burnout?

  1. Beban kerja 

Ini adalah hal yang umum dialami oleh pekerja. Jika seseorang mendapatkan beban kerja yang sesuai dengan kapasitasnya, maka pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan efektif, dan dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan istirahat. Di sisi lain, jika beban kerja berlebihan maka seseorang akan kehilangan keseimbangan dalam hidupnya. 

  1. Kurangnya “me time”

Siapapun pasti membutuhkan “me time” untuk memulihkan diri yang lelah terhadap aktivitas sehari-hari. Saat seseorang merasa terganggu dengan hal-hal terkait pekerjaan sepanjang hari, baik itu pagi, siang, malam, itu bukanlah profesionalitas kerja, tapi cara merusak diri secara perlahan.

  1. Apresiasi 

Kembali dengan beban kerja, jika seseorang memiliki beban kerja yang tinggi akan dapat bertahan dengan apresiasi yang sesuai. Apresiasi dapat berupa imbalan gaji, bonus, promosi, bahkan sesederhana hari libur. Seorang pekerja keras yang telah melakukan “investasi” terhadap waktu dan usahanya, akan merasa investasi tersebut sia-sia jika tidak dibayar dengan imbalan yang sepadan. 

  1. Lingkungan kerja

Lingkungan kerja sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap seseorang. Tentunya lingkungan kerja yang sehat dan mendukung diri untuk berkembang akan membuat seseorang merasa “aman” di tempat kerja. Begitu juga sebaliknya, saat seseorang tidak dapat meningkatkan hubungan yang baik dengan lingkungan kerjanya, akan memberikan dampak negatif terhadap pekerjaannya. 

Apa Saja CiriCiri Orang yang Sedang Mengalami Burnout?

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa burnout berhubungan dengan stres karena pekerjaan. Terdapat tiga ciri utama atau gejala seseorang yang mengalami burnout, yaitu:

  1. Kelelahan 

Orang yang mengalami burnout akan merasa kelelahan yang kronis secara emosional, tidak mampu mengatasi kelelahan tersebut, kesedihan, dan selalu merasa kekurangan energi untuk melakukan sesuatu. Pada kondisi yang lebih parah, seseorang juga dapat menunjukkan gejala sakit fisik secara tiba-tiba yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. 

  1. Keterasingan 

Keterasingan disebabkan karena stres dan frustasi yang dialami seseorang terkait dengan pekerjaannya. Orang tersebut mungkin mulai bersikap sinis terhadap pekerjaan bahkan kepada orang-orang di lingkungannya termasuk rekan kerja dan keluarga. Pada saat yang sama, orang tersebut juga akan menjauhkan diri secara emosional dan mulai merasa mati rasa terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. 

  1. Penurunan kinerja 

Kelelahan yang dialami akan berdampak pada penurunan kinerja sehari-hari di tempat kerja, bahkan dalam melakukan hal-hal lain diluar pekerjaannya. Orang yang mengalami burnout akan mengembangkan perasaan negatif terhadap pekerjaannya, sulit berkonsentrasi, lesu dan menurunnya kreativitas. 

Burnout, Kelelahan “Normal”, Depresi: Apakah Sama?

Gaya hidup yang penuh tekanan dapat menempatkan seseorang berada dibawah tekanan yang tinggi. Hal ini menyebabkan seseorang merasakan kelelahan, kekosongan, hingga tidak berdaya, dan inilah yang disebut burnout. Stres di tempat kerja juga dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun mental. Kemungkinan penyebabnya adalah merasa terlalu banyak pekerjaan, berada dibawah tekanan waktu, atau juga dapat disebabkan karena konflik dengan rekan kerja.

Komitmen seseorang yang bersifat ekstrim terhadap pekerjaannya menjadi akar masalah, sehingga seseorang mengabaikan kebutuhan pribadi mereka. Masalah yang disebabkan oleh stres di tempat kerja adalah alasan yang baik untuk memutuskan mengambil waktu istirahat. 

Sedangkan kelelahan adalah reaksi normal terhadap stres yang dialami di tempat kerja atau terhadap profesi yang sedang dilakukan. Kelelahan sangat wajar dialami, karena tidak ada pekerjaan yang sangat mudah dilakukan. Namun, kelelahan “normal” tersebut jika dibiarkan berlarut-larut tidak menutup kemungkinan akan berkembang menjadi sebuah penyakit mental, yang kita sebut disini dengan burnout.

Selanjutnya, orang yang mengalami depresi juga akan merasakan hal yang sama dengan orang yang mengalami burnout, seperti kelelahan kronis, perasaan sedih dan menurunnya kinerja. Karena gejala yang mirip, terkadang seseorang yang mengalami burnout menganggap dirinya sedang depresi. 

Sebenarnya burnout dan depresi adalah dua hal yang sangat berbeda. Burnout pada dasarnya berkaitan dengan pekerjaan dan tempat kerja. Burnout dapat diatasi hanya dengan istirahat, mengambil cuti, liburan atau pindah tempat kerja. Sedangkan depresi tidak sesederhana itu. 

Depresi tidak hanya berhubungan dengan pekerjaan, melainkan pada seluruh bidang kehidupan. Pada kondisi yang sangat parah, depresi dapat menyebabkan seseorang berpikir untuk melakukan bunuh diri. 

Jadi orang yang mengalami burnout belum tentu juga mengalami depresi. Akan tetapi burnout bisa menjadi “anak” dari depresi. Artinya adalah burnout dapat meningkatkan risiko seseorang terkena depresi. Sehingga, solusi yang paling tepat adalah mengatasi burnout terlebih dahulu, sebelum berkembang menjadi permasalahan mental yang parah.

Jadi, Apa Solusi Terbaik untuk Mengatasi Burnout?

Tidak ada solusi terbaik untuk mengatasi burnout selain istirahat. Istirahat dapat dilakukan dengan mengambil cuti atau mungkin juga dengan keluar dan pindah tempat kerja. Saat burnout yang dirasakan disebabkan oleh beban kerja dan kekurangan “me time”, istirahat dengan mengambil cuti kerja cukup efektif untuk mengatasi hal tersebut. Namun, jika burnout disebabkan karena kurangnya apresiasi dan lingkungan kerja yang buruk, mencari tempat kerja baru merupakan solusi yang terbaik. 

Selain solusi di atas, orang yang mengalami burnout juga dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Terkadang mengubah hal-hal di luar diri begitu sulit untuk dilakukan, sehingga melakukan perubahan terhadap diri sendiri dapat menjadi solusi terbaik. Hal yang dapat dilakukan yaitu:

  1. Mengubah pola kerja, dengan menyeimbangkan antara waktu bekerja dan istirahat, menghindari lembur, dan tidak membawa pekerjaan ke rumah.
  2. Mengembangkan diri, dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan diri agar dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien, mampu memanajemen waktu dengan baik, dan dapat memecahkan masalah.
  3. Mencari dukungan sosial, baik dari rekan kerja, keluarga dan teman.
  4. Mencari dukungan psikologis, yang dapat dilakukan dengan cara mengikuti sesi konseling, relaksasi, atau terapi psikologis.

Burnout memberikan dampak yang sangat besar terhadap pekerjaan maupun diri sendiri. Berdasarkan pengertian, ciri-ciri dan solusi yang telah dijelaskan di atas, kita dapat menyimpulkan apakah sekarang saat yang tepat untuk istirahat, mengambil liburan atau mencari pekerjaan baru. Mulailah untuk mencintai diri sendiri dengan menyeimbangkan antara pekerjaan dan kesehatan mental.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
08 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload