Berhenti Produksi di Indonesia, 5 Fakta Cheetos Ini Gak Banyak Orang Tahu!

19 Mar 2021 by Laruan
Berhenti Produksi Cheetos

Cheetos snack yang berasal dari Amerika Serikat, diproduksi tahun 1998. Sebelumnya tahun 1948 dengan merek chee-tos. Masuk ke Indonesia pada tahun 1997 dan diproduksi oleh PT Indofood Fritolay Makmur, memiliki banyak varian rasa Cheetos cukup banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Varian rasa seperti jagung bakar, ayam bakar, rumput laut, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, mulai Agustus 2021 Cheetos bersamaan dengan Lays dan Doritos akan berhenti produksi di Indonesia. Banyak masyarakat yang kecewa akan hal ini, terbukti dari Cheetos yang masuk trending topic di sosial media twitter. Penyebab berhentinya produksi Cheetos ialah berhentinya perjanjian lisensi antara PT Indofood Fritolay Makmur dengan PepsiCo. Berikut beberapa fakta Cheetos yang kamu mungkin gak tahu.

Nama Cheetos

Banyak orang berasumsi bahwa Cheetos berasal dari kata cheesy fritos, namun tidak ada penjelasan pasti terkait nama Cheetos.

Satu Cheetos seharga $99 ribu

Pada tahun 2017 seseorang menemukan Cheetos dengan bentuk gorila, setelah itu banyak orang yang mencari bentuk-bentuk aneh Cheetos untuk dijual ke kolektor dengan harga yang mahal. Bukan tanpa alasan banyak orang tertarik dengan bentuk gorila yang ditemukan, gorila tersebut diklaim memiliki bentuk seperti harambe. Harambe adalah seekor gorila yang ditembak dan dibunuh di kebun binatang cincinnati.

Maskot

Bukan chester cheetah, pada awalnya Cheetos menggunakan tikus sebagai maskotnya. Hingga pada tahun 1986 sampai sekarang chester cheetah terus bertahan sebagai maskot Cheetos.

Koleksi fashion

Bekerja sama dengan Forever 21, Cheetos meluncurkan koleksi musim panas untuk pria dan wanita. Diluncurkan pada 6 Juni 2019, Cheetos mengeluarkan semua koleksi seperti topi, kaus kaki, celana pendek, sampai gaun. Harga yang ditawarkanpun beragam, mulai dari $5 sampai $30. Buat kamu yang suka banget dengan Cheetos koleksi ini tidak boleh dilewatkan ya!

Sejarah

Berawal dari penelitian makanan untuk tentara Amerika Serikat yang tidak cepat kadaluarsa, maka dilakukanlah penelitian oleh Quartermaster Corps di Labotarium United States Department of Agriculture. Pada tahun 1948, Doolin menciptakan Cheetos di Texas lalu kemudian Lay membantu memasarkan Cheetos secara untuk skala nasional. Pada tahun 1961 mereka memutuskan untuk bekerja sama dengan menggabungkan perusahaannya, yang diberi nama Frito-Lay Inc.

Museum Cheetos

PT Indofood Fritolay Makmur pernah menyelenggarakan Cheetos Museum di Indonesia, tepatnya di Kota Kasablanka. Museum Cheetos diselenggarakan dalam rangka puncak kegiatan “Imajinasikan Bentuk Cheetosmu”. Ada 20 ribu partisipasi yang ikut kompetisi yang dilakukan melalui beragam sosial media.

kredit pintar

Buat kamu yang pengen borong Cheetos sebelum berhenti produksi di Indonesia tapi lagi gak punya uang, jangan cemas kamu bisa lakukan pinjaman online. Pinjaman online ini ditawarkan oleh kredit pintar, yaitu perusahaan yang menawarkan pinjaman tanpa jaminan. Proses peminjamannya cepat dan anti ribet, kamu hanya cukup menunjukkan KTP. Kamu yang ingin mulai berbisnis, dapat mengambil kesempatan ini untuk buka usaha. Seperti membuka usaha jasa titip Cheetos yang akan mulai berhenti produksi per Agustus nanti. Untuk biaya modal kamu tidak perlu khawatir, kamu dapat melakukan pinjaman online di kredit pintar. Gak perlu cemas, karena kredit pintar sudah terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan jadi keamanannya sudah pasti terjamin. Selain itu kredit pintar juga menggunakan teknologi Al dan verifikasi identitas yang berlapis untuk kenyamanan dan keamanan calon peminjam.

mobile-closeKredit PintarDownload