Bagaimana Cara Agar Tidak Mudah Baper?

30 Jun 2021 by Laruan
Bagaimana Cara Agar Tidak Mudah Baper?

Rasanya tidak asing di zaman sekarang apabila berbicara tentang “baper”. Tapi, sebenarnya apakah kamu tahu apa arti kata tersebut? Baper adalah bentuk singkatan dari “bawa perasaan”. 

Pasti sudah tidak asing bagi kamu untuk mendengar kalimat-kalimat seperti ini. Entah kamu yang menerima perkataan itu atau kamu yang pernah mengatakan itu kepada seseorang. Sebenarnya, kalimat-kalimat ini tidak salah apabila diucapkan sesuai dengan konteks yang dimaksud. Tapi kalau kalimat keluar dalam konteks melindungi diri dari kesalahan yang baru saja kamu buat, jangan dilakukan, ya. Ini bisa menyakiti hati orang lain.

Dengan hadirnya kata tersebut ke dunia, terkadang membuat seseorang lupa bahwa dirinya telah melakukan kesalahan yang sebenarnya merugikan orang lain. Begitu kesalahan tersebut sudah dilakukan dan reaksi orang lain akan kesalahan itu ternyata tidak sesuai dengan keinginannya, dengan mudah mereka berdalih “terbawa perasaan” dan berujung pada menyalahi orang lain, bukan introspeksi diri dan meminta maaf.

Contoh ringannya misalkan kamu sedang bercanda dengan temanmu. Ternyata pada saat bercanda, kamu menyinggung hal yang sebenarnya sensitif bagi temanmu itu. Tiba-tiba begitu mendengar candaan, temanmu langsung diam seolah-olah seperti diserang. Temanmu langsung terlihat seperti tidak bisa bercanda lagi dan raut wajahnya berubah menjadi serius—entah marah, kecewa, sedih, atau emosi-emosi lainnya yang bisa kamu interpretasikan sendiri. Pada tahap ini, mungkin teman kamu membawa lebih perasaannya sehingga ia terbawa perasaan. Tapi, di saat seperti ini, alangkah baiknya untuk hindari kalimat-kalimat menyakitkan tadi. Langsung saja meminta maaf karena sudah menyinggung hal-hal yang seharusnya tidak kamu ucapkan.

Penggunaan Kata Baper

Penggunaan kata terbawa perasaan pada penerapannya tidak hanya ditujukan kepada hal-hal yang berhubungan dengan rasa sakit, kecewa, ataupun sedih. terbawa perasaan juga dapat kamu gunakan untuk menggambarkan perasaanmu terhadap seseorang. Tidak lain tidak bukan adalah saat kamu sedang merasa jatuh hati. Itu juga bagian dari membawa perasaan ke arah yang membahagiakan, bukan? 

Momen ketika kamu mendapatkan perhatian, ketika menghabiskan waktu bersama, ketika berkesempatan untuk saling bertemu, semakin lama akan semakin membawa perasaanmu lebih dalam. Terbawa perasaan kali ini tidak mengecewakan atau menyedihkan seperti contoh sebelumnya, justru merasa sangat bahagia dan bersyukur bahwa kamu bisa merasakan perasaan yang sebegini indahnya. Jadi, bukan hanya untuk hal-hal menyedihkan saja, ya. Terbawa perasaan juga berisikan hal-hal indah yang terwakilkan oleh perasaan kamu.

Tapi, yang namanya perasaan, sering kali tidak bisa dikendalikan. Kamu juga pasti tahu bahwa sesuatu yang berlebihan itu pada dasarnya tidak baik. Nah, hal ini juga berlaku untuk perasaan. Hal ini berlaku untuk kamu yang jangan sampai terlalu terbawa perasaan akan segala hal. Senang boleh, sedih wajar, namun apabila jatuhnya berlebihan, diri kamu sendiri yang akan merasakan dampak buruknya. Perlu diingat bahwa apabila perasaan kita sudah tersakiti, rasanya akan sulit untuk kembali seperti semula. 

Ada beberapa hal yang dapat kamu ketahui mengenai bagaimana caranya agar kamu tidak mudah baper ketika dihadapkan dengan berbagai kondisi. 

Jangan Berekspektasi Kepada Siapapun

Jangan Berekspektasi Kepada Siapapun

Ketika terbawa perasaan sudah menyerang, di situ ekspektasi mulai muncul. Kamu pun pasti pernah berekspektasi kepada seseorang, ‘kan? Minimal ke lingkungan terdekat kamu, yakni keluarga. Kamu meletakkan ekspektasi kepada mereka karena kamu sangat menyayangi mereka. Namun, atas satu dan lain hal, terjadi tindakan di luar yang kamu kira, maka muncullah pikiran, “ini semua nggak sesuai ekspektasi”. 

Ini adalah salah satu cara agar tidak mudah baper, bahkan kepada orang terdekatmu. Perasaan-perasaan mengganggu yang dihasilkan dari ekspektasi tidak akan menyerang apabila kamu berhasil untuk tidak berekspektasi. Mungkin sulit untuk mengendalikan terbawa perasaan karena perasaan terkadang memang muncul tanpa memandang bulu, tapi ada cara lain yang dapat kamu kendalikan, yakni tidak berekspektasi kepada siapapun.

Ketahui bahwa kamu bisa menjadi sangat sensitif

Terbawa perasaan adalah hal yang wajar, karena masing-masing individu dianugerahi perasaan (emosi) selain logika. Dengan kata lain, kamu bisa jadi sensitif akan satu dan lain hal yang mana akan menghantarkan kamu menjadi terbawa perasaan.

Kalau kamu sadar kamu adalah orang yang sensitif, maka kamu akan menjaga diri untuk tidak terlalu terbawa perasaan terhadap siapa pun. Apabila kamu ingin menerapkan cara yang satu ini, diperlukan kesadaran tinggi akan perasaan kamu sendiri dan akui bahwa kamu bisa menjadi orang yang sensitif. Ini adalah salah satu cara agar tidak mudah baper.

Ketahui bahwa kamu bisa menjadi sangat sensitif

Jangan mudah berpikiran negatif

Mungkin bisa saja sikap atau perkataan orang lain membuat kamu terbawa perasaan, tapi belum tentu maksud yang ingin mereka sampaikan sesuai dengan apa yang ada di pikiran kamu. Hal ini dapat dipicu dari pikiran kamu sendiri yang mudah memikiran hal-hal negatif. Padahal, apa yang mereka lakukan sebenarnya juga berbalik untuk kamu. Misalnya, kamu mendapatkan kritik mengenai kinerja kamu. Alih-alih membenarkan apa yang salah, kamu justru merasa terbawa perasaan dan alhasil semakin berdampak tidak baik pada kinerjamu.

Caranya agar tidak mudah terbawa perasaan adalah mengubah pola pikir kamu bahwa apa yang kamu terima sebagai kritik dapat kamu jadikan motivasi dan pembelajaran. Rasa terbawa perasaannya kamu kalahkan dengan rasa ingin memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Dari sini kamu tahu bahwa tidak semua hal yang membuat kamu terbawa perasaan bersifat buruk.

Jangan berpikir kalau dunia ini hanya “tentang kamu”

Apabila berbicara masalah hati, ini salah satu hal berbahaya yang harus kamu hindari, yakni “merasa one and only”. Merasa bahwa hanya ada kamu saat kamu mulai merasa terbawa perasaan dengan seseorang. Tapi pada kenyataannya, tidak seindah itu. Terbawa perasaan memang membuat kamu senang untuk jatuh hati, tapi ingat bahwa tidak ada kepastian yang menyatakan bahwa apa yang kamu terima dan membuatmu terbawa perasaan, hanyalah diperuntukkan bagi kamu. Jadi, balik lagi. Jangan berekspektasi pada suatu hal yang tidak pasti karena bukan hanya kamu yang menunggu kepastian itu. Mungkin ada yang lain juga, ‘kan?

Cara ini terkesan menampar kita agar tidak mudah terbawa perasaan terhadap seseorang yang kita tunjukkan perasaan lebih. Tidak menyenangkan sekali, tidak merasakan hal yang berbalas. Namun, alangkah lebih tidak menyenangkannya lagi apabila kamu berpikir bahwa itu semua sebenarnya tidak hanya ditujukkan kepada kamu.

Jadi, kembali kepada pertanyaan di awal. Tidak ada yang salah dengan merasakan terbawa perasaan. Itu adalah reaksi manusiawi ketika seorang manusia bergerak untuk menggunakan perasaannya terhadap sesuatu. Namun, hal itu menjadi salah ketika diterapkan secara berlebihan. Itulah mengapa pentingnya bagi kamu untuk mengetahui cara agar tidak mudah baper. Sebelum akhirnya merugi, lebih baik bertahan sendiri.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload