Apakah Vitamin D Bantu Menurunkan Risiko Covid-19?

30 Aug 2021 by Laruan

Vitamin D merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah larut dalam lemak, dan memiliki peran penting dalam tubuh kita. Nutrisi yang terkandung sangat penting untuk kesehatan dan terkenal karena efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi seperti sekarang ini, membuat kita bertanya-tanya, apakah vitamin D juga efektif untuk menahan pencegahan covid-19?

Apakah Vitamin D Bantu Menurunkan Risiko Covid-19?

Meskipun hingga saat ini belum ada obat-obatan khusus yang ditemukan untuk mengobati covid-19, langkah-langkah pencegahan seperti penerapan protokol kesehatan yang tepat dan disiplin dan program vaksinasi dari pemerintah dapat membantu dan melindungi kita semua dari penularan virus covid-19. Namun, hal tersebut tidak membuat para ahli kesehatan berpuas diri. Dalam sebuah studi pada pasien covid-19 ditemukan bahwa kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh pasien tersebut menunjukkan dapat menurunkan kondisi yang memperparah keadaan pasien, hingga dapat mengurangi risiko kematian. 

Vitamin D memang ditemukan membantu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa kadar dalam tubuh dapat melindungi tubuh terhadap penyakit pernapasan secara umum. Sehingga hal ini merupakan titik terang sebagai salah satu solusi untuk pencegahan covid-19.

Bagaimana Vitamin D Meningkatkan Kekebalan Tubuh?

Sistem kekebalan tubuh merupakan benteng pertama yang berfungsi untuk mencegah masuknya infeksi dan penyakit ke dalam tubuh manusia. Vitamin D merupakan salah satu elemen penting yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh tersebut. 

Vitamin D memainkan peran penting dalam meningkatkan respon imun. Hal ini karena vitamin ini memiliki sifat anti inflamasi dan imunoregulasi. Dua hal tersebut merupakan sifat yang dibutuhkan untuk aktivitas pertahanan sistem kekebalan tubuh kita. Selain itu, juga mengandung sel T dan makrofag yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi sel kekebalan, sehingga dapat melindungi tubuh dari hal-hal yang bersifat patogen.

Melihat fakta di atas, vitamin D sangat penting untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Sehingga kadar yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko tubuh mengalami infeksi, penyakit, dan gangguan yang berkaitan dengan kekebalan tubuh.

Kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh juga ditemukan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan seperti tuberkulosis, asma, dan penyakit paru obstruktif kronik, serta infeksi saluran pernapasan akibat virus dan bakteri. Terlebih lagi, kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru, yang dapat mempengaruhi kemampuan tubuh kita dalam melawan infeksi pada sistem pernapasan, seperti covid-19. 

Bisakah Vitamin D membantu dalam Pencegahan Covid-19?

Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang dikhususkan untuk pengobatan covid-19. Beberapa penelitian telah menyelidiki pengaruh suplemen atau kekurangan vitamin D pada risiko tertular virus corona. Namun, penelitian baru-baru ini menentukan kadar dalam darah yang efektif untuk menghindari dampak negatif dari paparan virus covid-19 pada pasien. 

Review dari “Healthline.com” menunjukkan data dari beberapa penelitian yang dilakukan pada pasien covid-19 yang bisa kita jadikan referensi sebelum mengkonsumsi vitamin ini.

Pada pasien dengan usia lebih dari 40 tahun yang memiliki kadar memadai sekitar 51,5%, memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami dapak negatif virus covid-19, seperti tidak sadarkan diri, hipoksia, dan kematian, dibandingkan dengan pasien yang memiliki kadar lebih rendah. Pada penelitian lain menunjukkan bahwa kekurangan dapat membahayakan fungsi kekebalan dan meningkatkan risiko terkena penyakit pernapasan.

Selain itu, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin D dapat meningkatkan respon imun dan melindungi tubuh terhadap infeksi pernapasan secara keseluruhan.

Sebuah tinjauan baru-baru ini yang melibatkan 11.321 orang dari 14 negara menunjukkan bahwa suplementasi dengan vitamin D menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) baik pada mereka yang kekurangan maupun yang cukup. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa suplemen mengurangi risiko berkembangnya setidaknya satu jenis ISPA sebesar 12%. Selain itu, ulasan tersebut menemukan bahwa suplemen paling efektif untuk melindungi tubuh terhadap ISPA ketika diminum setiap hari atau setiap minggu dalam dosis kecil dan kurang efektif bila dikonsumsi dalam dosis yang lebih besar dan dengan jarak yang luas.

Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan penurunan fungsi kekebalan tubuh dan dapat meningkatkan badai sitokin. Dengan demikian, para peneliti menyatakan bahwa kekurangan ini dapat meningkatkan risiko komplikasi covid-19 yang parah, serta suplementasi dapat mengurangi komplikasi yang terkait dengan badai sitokin dan peradangan yang tidak terkontrol pada orang dengan covid-19.

Makanan Apa Saja yang Dapat Menjadi Sumber Vitamin D?

Selama masa pandemi covid-19, kita memang dianjurkan untuk menjaga asupan gizi dalam tubuh. Berikut adalah beberapa sumber makanan yang kaya akan kandungan vitamin D. 

Pertama adalah ikan sarden, baik ikan sarden di pasaran maupun kalengan sama-sama kaya akan kandungan vitamin ini.

Kedua adalah jamur, terutama jamur liar. Kadar yang terkandung pada masing-masing jamur berbeda. Namun, jamur yang tumbuh liar ditemukan memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi daripada jamur yang dibudidayakan secara komersial. 

Berikutnya adalah makanan yang sering kita hindari karena dikenal mengandung kadar kolesterol jahat, yaitu kuning telur. Ternyata kuning telur juga mengandung vitamin yang baik untuk tubuh. Lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi telur dari ayam yang diternakkan secara tradisional (ayam kampung) daripada ayam ras, karena pakan yang dikonsumsi ayam mempengaruhi kualitas telur dan kadar kandungan pada kuning telurnya. 

Ikan salmon, jenis ikan yang satu ini memang sudah terkenal dengan kebaikannya. Selain kaya akan protein dan lemak omega 3, ikan salmon ternyata kaya akan kandungan vitamin D. 

Susu sapi, sereal dan oatmeal. Tiga jenis sumber makanan ini baik untuk dikonsumsi pada saat sarapan. Selain mengandung vitamin, ketiga sumber makanan ini juga memiliki kandungan yang baik untuk tubuh di masa pandemi ini. Bagi anda yang tidak menyukai susu sapi, dapat menggantinya dengan susu kedelai. 

Buah-buahan seperti mangga, anggur, leci, kiwi dan jambu biji merupakan buah-buahan yang mudah ditemukan dan mengandung khasiat ini.

Terakhir adalah minyak ikan kod. Siapa yang tidak mengenal suplemen satu ini yang memiliki banyak kebaikan. Terutama bagi anda yang tidak suka mengkonsumsi ikan, suplemen minyak ikan kod bisa dijadikan solusi untuk memenuhi nutrisi tubuh, khususnya kebutuhan vitamin yang banyak dikandung oleh ikan. 

Apakah Vitamin D Bantu Menurunkan Risiko Covid-19?
Legumes, broccoli, fruit, and salmon placed on a black cement floor. Top view.

Jadi, Apakah Vitamin D Efektif untuk Pencegahan Covid-19?

Mungkin kita agak sedikit bingung dengan penjelasan di atas, namun dapat disimpulkan dari seluruh penelitian yang telah dijelaskan tersebut dapat melindungi tubuh terhadap penyakit dan infeksi yang berhubungan dengan pernapasan. Kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh membantu untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat virus covid-19. Jika berbicara mengenai kadar dan dosis suplemen yang boleh kita konsumsi lebih baik untuk melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi, karena kelebihan vitamin D dalam tubuh juga tidak dibenarkan. 

Terlepas dari itu semua, selama masa pandemi ini yang bisa kita lakukan adalah menjaga daya tahan tubuh dan mencukupi asupan gizi, serta rutin melakukan olahraga.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload