Anoreksia Nervosa: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

28 Jun 2021 by Laruan
Anoreksia Nervosa: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Gangguan ini didiagnosis ketika seseorang memiliki berat badan kurang dari 15% dari berat badan ideal. Penurunan berat badan yang ekstrim pada penderita anoreksia nervosa dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan bahkan kematian.

Apa itu anoreksia? 

Anoreksia nervosa, juga disebut gangguan makan, adalah gangguan makan yang ditandai dengan kelaparan dan penurunan berat badan yang berlebihan, jika tidak segera ditangani berpotensi mengancam jiwa.

Istilah tersebut secara harfiah memiliki “hilangnya nafsu makan”. Namun, definisi ini tidak begitu sesuai karena penderita gangguan makan sering merasa lapar tetapi tetap menolak untuk makan.

Orang dengan gangguan makan memiliki ketakutan menjadi gemuk dan melihat diri mereka gemuk bahkan ketika dirinya kurus.

Mereka mencoba agar tidak terlihat gemuk dengan membatasi asupan makanan secara ketat dan berolahraga secara berlebihan untuk menurunkan berat badan.

Gangguan makan seperti gangguan makan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, meskipun angka pada pria semakin meningkat.

Pada umumnya risiko ini terjadi pada aktor, model, penari, dan atlet di mana penampilan atau berat badan sangat penting bagi karir mereka. 

Orang dengan gangguan makan cenderung memiliki prestasi yang tinggi, baik di sekolah, pekerjaan, dan kegiatan lainnya. Sifat mereka cenderung perfeksionis dengan ciri sifat lain seperti obsesif, cemas, atau depresi. 

Apa penyebabnya?

Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari ciri-ciri kepribadian tertentu, emosi, dan pola berpikir, serta faktor biologis dan lingkungan mungkin memiliki pengaruh.

Orang dengan gangguan makan sering menggunakan makanan sebagai cara untuk mendapatkan rasa kontrol ketika mengalami  kehidupan stres. 

Perasaan tidak mampu,  kecemasan, kemarahan, atau kesepian juga dapat berkontribusi pada perkembangan gangguan tersebut.

Selain itu, orang dengan gangguan makan mungkin memiliki hubungan yang bermasalah, atau mengalami hal yang kurang menyenangkan yang disebabkan oleh berat badan mereka.

Tekanan dari teman sekitar dan standar masyarakat yang menyamakan kurus dan penampilan cantik juga dapat menjadi penyebabnya. 

Gangguan makan juga mungkin disebabkan oleh kondisi fisik. Perubahan hormon yang mengontrol bagaimana tubuh dan pikiran mempertahankan emosi, nafsu makan, berpikir, dan memori dapat mendorong terjadinya gangguan makan.

Fakta bahwa anoreksia nervosa cenderung diturunkan dalam keluarga juga menunjukkan bahwa kerentanan terhadap gangguan ini sebagian mungkin bersifat turun-temurun.

Apa saja gejala anoreksia?

  1. Penurunan berat badan yang drastis selama beberapa minggu atau bulan.
  2. Diet atau membatasi makan berlebihan meskipun kurus
  3. Obsesif tidak biasa pada jenis makanan, kalori, nutrisi, atau cara memasak
  4. Ketakutan berlebihan jika berat badan bertambah
  5. Kebiasaan atau rutinitas makan yang aneh, seperti makan secara sembunyi-sembunyi
  6. Merasa gemuk, meskipun berat badan kurang
  7. Ketidakmampuan untuk menilai berat badan sendiri secara realistis
  8. Obsesif mencapai penampilan fisik yang sempurna sehingga menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri
  9. Mengaitkan berat badan dan bentuk fisik terhadap kepercayaan diri secara berlebihan
  10. Depresi, kecemasan, atau cepat marah
  11. Siklus menstruasi yang tidak teratur pada wanita
  12. Penggunaan obat atau pil penurun berat badan secara berlebihan
  13. Sering merasa lemah dan cepat sakit
  14. Mengenakan pakaian longgar untuk menyembunyikan penurunan berat badan
  15. Menarik diri dari lingkungan sosial
  16. Ciri fisik lainnya, termasuk: rendahnya toleransi terhadap cuaca dingin, rambut dan kuku rapuh, kulit kering dan pucat, anemia, kerusakan gigi, dan lainnya

Bagaimana cara mengobati penderita gangguan makan?

Mengobati gangguan ini tidak mudah karena sebagian besar orang dengan gangguan tersebut menyangkal bahwa mereka memiliki masalah. 

Ada juga beberapa orang yang takut berat badannya bertambah sehingga mereka tidak setuju untuk menambah berat badan agar normal. 

Gangguan makan memerlukan perawatan komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

Tujuan pengobatan termasuk mengembalikan orang tersebut ke berat badan yang sehat, mengobati masalah emosional seperti tidak merasa percaya diri, memperbaiki pola berpikir yang menyimpang, dan memulai perubahan perilaku untuk jangka panjang.

Pengobatan darurat untuk penderita gangguan makan mungkin diperlukan dalam beberapa kasus ekstrim di mana dehidrasi, kekurangan gizi, gagal ginjal, atau detak jantung tidak teratur dapat menimbulkan risiko kematian. 

Beberapa cara untuk mengobati gangguan makan pada umumnya melibatkan kombinasi dari metode berikut ini:

1. Psikoterapi

Cara ini adalah jenis konseling pada penderita yang berfokus pada perubahan pemikiran (terapi kognitif) dan perilaku (terapi perilaku) seseorang yang memiliki gangguan makan.

Perawatan ini mencakup latihan untuk mengembangkan pandangan dan sikap sehat terhadap makanan dan berat badan.

Pendekatan yang dilakukan dalam metode psikoterapi membantu penderita gangguan makan dalam menghadapi situasi sulit dalam kehidupan mereka. 

2. Obat

Obat antidepresan tertentu seperti inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kecemasan dan depresi akibat gangguan makan.

Beberapa antidepresan juga dapat membantu tidur dan merangsang nafsu makan.

Jenis obat lain juga dapat membantu mengendalikan kecemasan atau perilaku yang menyimpang terhadap makan dan bentuk tubuh. Konsultasikan lebih lanjut dengan ahlinya untuk mendapat obat tersebut. 

3. Konseling nutrisi

Metode ini dirancang untuk memberi pendekatan yang sehat terhadap makanan dan berat badan. Selain itu, cara ini juga digunakan untuk membantu memulihkan pola makan normal, mengajarkan pentingnya nutrisi dan menjalankan diet seimbang.

4. Terapi kelompok atau keluarga

Dukungan keluarga sangat penting untuk dalam pengobatan gangguan makan. Penting bagi anggota keluarga untuk memahami gangguan makan dan mengenali tanda dan gejalanya.

Penderita gangguan makan juga bisa melakukan terapi kelompok, di mana mereka dapat menemukan dukungan, dan secara terbuka mendiskusikan perasaan dan kekhawatiran mereka dengan orang lain yang berbagi pengalaman dan masalah yang sama.

5. Rawat Inap

Seperti disebutkan diatas, rawat inap mungkin diperlukan untuk mengobati gejala yang serius seperti kekurangan gizi dan komplikasi kesehatan, gangguan jantung, depresi berat, dan risiko bunuh diri.

Dalam beberapa kasus, pasien mungkin perlu diberi makan melalui selang makanan atau melalui infus.

Penutup

Ciri gangguan makan, seperti gangguan makan lainnya, dapat menjadi semakin parah jika tidak segera diobati. Semakin cepat ciri gangguan didiagnosis dan diobati, hasilnya akan semakin baik.

Gangguan makan dapat diobati dan memungkinkan orang tersebut kembali ke berat badan yang sehat. 

Pemulihan biasanya membutuhkan pengobatan jangka panjang serta komitmen yang kuat dari individu tersebut.

Dukungan dari anggota keluarga dan orang terkasih lainnya dapat membantu memastikan bahwa orang tersebut menerima perawatan yang dibutuhkan.

Selain itu, mengajarkan dan mendorong pentingnya kebiasaan makan yang sehat sejak dini dapat mencegah terjadinya gangguan makan. 

Sekian penjelasan tentang apa itu gangguan makan, ciri, pemicu, dan cara mengobatinya. Jika Sobat Pintar mengenal teman atau anggota keluarga yang menunjukkan ciri gangguan makan segera cari bantuan ahli agar menerima perawatan secepat mungkin.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload