9 Penyakit Kecanduan Media Sosial, Harus Diwaspadai

11 Aug 2021 by Laruan, Last edit: 09 Aug 2021

Tidak heran jika menemukan penderita yang memiliki penyakit kecanduan media sosial di era digital seperti sekarang ini. Sebenarnya, gangguan tersebut sudah menjangkit di berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia. Efek dari gangguan tersebut juga dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya sehari-hari.

Penyakit Kecanduan Media Sosial Yang Harus Diwaspadai

Karena memiliki dampak negatif, saat ini sudah semakin banyak psikolog dan dokter kesehatan anak yang berbondong-bondong untuk mengedukasi orang-orang dalam pemakaian media sosial dengan baik dan mengajarkan kita untuk membuat manajemen waktu yang baik.

Dampak Positif dari Media Sosial

Meskipun berinteraksi melalui media sosial tidak sama seperti melakukan kontak secara tatap muka dan tidak memiliki manfaat psikologis yang sama, ternyata media sosial masih memberikan dampak positif untuk kita dalam menjaga hubungan dan pekerjaan sehari-hari kita.

Dengan media sosial, kita dapat:

  • Berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan keluarga dan teman-teman di penjuru dunia.
  • Menemukan teman atau bergabung di komunitas baru yang memiliki minat atau ambisi yang sama.
  • Berbagi informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting yang terjadi saat ini.
  • Mencari atau menawarkan dukungan emosional kepada pengguna lainnya.
  • Sebuah media yang vital untuk mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan seperti kecemasan sosial, dan lain sebagainya.
  • Media untuk mengekspresikan diri dan mempamerkan kreativitas kepada dunia.
  • Informasi yang cepat sebagai pembelajaran diri yang berharga.

Dampak Negatif dari Media Sosial

Jika ada hal yang positif, maka penggunaan media sosial juga memiliki dampak yang negatif juga. Media sosial adalah teknologi yang baru saja dimulai, saat ini, penelitian untuk mengetahui konsekuensi dalam jangka panjang terhadap penggunaan media sosial masih sangat sedikit.

Namun, beberapa peneliti telah menemukan dampak dari pengguna media sosial kelas berat dalam peningkatan gangguan kesehatan mental seperti risiko depresi, kecemasan, kesepian, dan bahkan memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Pengguna dapat merasakan pengalaman negatif bermain media sosial seperti:

Minimnya pengetahuan tentang hidup dan jati diri – banyak dari kita yang sudah mengetahui bahwa hal-hal yang kita temukan di media sosial merupakan hasil manipulatif oleh seseorang. Ada juga yang bersifat nyata, akan tetapi mereka yang membagikan kehidupan mereka di media sosial membuat pembaca merasa tidak nyaman dan aman dengan hidup mereka saat ini.

Penyakit Kecanduan Media Sosial Yang Harus Diwaspadai

Dampaknya, kalian yang terlalu sering melihat gambar kemewahan dan romantisme seseorang di media sosial membuat anda merasa iri dan tidak puas dengan hidup yang Anda jalani saat ini.

Fear of Missing Out (FOMO) – FOMO sebenarnya sudah ada sejak dahulu, akan tetapi, dengan perkembangan teknologi dan media sosial membuat fenomena FOMO ini menjadi lebih berbahaya. Sobat Pintar sudah merasa takut ketinggalan berita yang sedang viral atau yang sedang hangat diperbincangkan oleh netizen.

Anda akan merasa cemas akan di cap kudet (kurang update) terhadap situasi saat ini. Hal ini akan memicu rasa kecemasan dan lebih aktif menggunakan media sosial. Sobat Pintar tidak peduli jika sedang mengemudi, bekerja, atau melewatkan waktu istirahat di malam hari demi memeriksa pembaruan notifikasi, membaca berita terkini dan tetap berhubungan dengan pengguna media sosial lainnya.

Penyakit Kecanduan Media Sosial

  1. Borderline Personality Disorder (BPD)

Pengguna media sosial berat akan merasa tersisih dan iri dengan netizen yang mereka temui di media sosial. Apalagi jika unggahan yang mereka bagikan adalah tentang kesuksesan mereka. Penderita penyakit ini pada umumnya akan mulai merasa kesal dan kecewa berlebihan. Banyak juga yang bilang bahwa penyakit BPD ini disebut sebagai antisosial dan bipolar.

  1. Social Media Anxiety Disorder

Social media anxiety disorder biasanya penderita akan mengalami obsesi yang berlebihan. Sobat Pintar bisa mengetahui jika kerabat terdekat mengalami penderita penyakit kecanduan media sosial ini dengan memperhatikan gerak geriknya sewaktu mengecek media sosialnya.

Biasanya, kebiasaan mengecek tersebut dikarenakan penderita sedang mengharapkan umpan balik yang positif untuk mereka. Tetapi jika umpan balik yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi, mereka akan merasa sangat terganggu dan cenderung emosional.

  1. Addiction

Penyakit yang satu ini bisa kita lihat jika si pengguna media sosial atau penderitanya mengalami sulit tidur, malas, sulit fokus, dan tidak produktif. Biasanya rasa candu ini tidak hanya disebabkan oleh media sosial saja, tetapi bermain game online juga bisa menyebabkan rasa candu bagi pemainnya. Hal ini berdampak negatif oleh penderitanya dalam bersosialisasi di dunia nyata dan mengganggu aktivitas mereka.

  1. Munchausen Syndrome

Penderita yang memiliki penyakit ini cenderung membuat sensasi dengan membuat cerita yang sangat tragis atau menyedihkan tentang hidupnya untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang disekitarnya.

  1. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD adalah gangguan penyakit mental yang membuat penderitanya ingin selalu terlihat sempurna. Biasanya mereka akan tidak percaya diri untuk mengunggah foto dengan ekspresi yang biasa saja, estetika ruangan yang kurang baik, atau tidak melakukan pengeditan. Mereka yang mengidap OCD akan menghabiskan waktunya untuk mendapatkan foto yang bagus dengan editan foto yang membantunya terlihat lebih sempurna.

  1. Internet Asperger Syndrome

Penderita biasanya akan mengalami gangguan mental yang mengganggu kepribadian mereka. Sobat Pintar bisa mendeteksi orang yang memiliki penyakit ini jika kehidupan di dunia nyata dan di dunia maya sangat berbeda jauh. Jika di dunia maya penderita tersebut terlihat ramah dan rendah hati, di dunia nyata mereka bisa menjadi seseorang yang lebih kejam atau menjadi pendiam.

  1. Narcissistic Personality Disorder (NPD)

Sobat Pintar pasti tahu dengan penyakit mental yang satu ini. Ya, penyakit ini membuat penderitanya sering memamerkan diri mereka di media sosial. Biasanya, mereka yang menderita penyakit ini memiliki penilaian yang sangat tinggi tentang dirinya mereka. Pada umumnya, mereka yang narsis ini memiliki sifat yang egois, tidak peduli, dan tidak memiliki rasa empati terhadap sesama.

  1. Voyeurism

Voyeurism bisa dikatakan juga sebagai stalker atau penguntit. Penderita akan sering mengintip akun orang lain secara terus menerus, terkadang kegiatan mereka ini sangat berlebihan dengan menjelek-jelekkan orang tersebut tanpa alasan yang jelas. Hal ini sebenarnya sangat mengganggu privasi orang lain, tetapi penderita voyeurism ini merasa kebiasaan mereka merupakan hal yang biasa. 

  1. Low Forum Frustration Tolerance

Penyakit kecanduan media sosial yang terakhir adalah low forum frustration tolerance. Penyakit mental ini bisa dibilang cukup berbahaya karena penderitanya bisa memiliki kecanduan yang sangat luar biasa terhadap pengakuan diri dari orang lain.

Penderita yang memiliki penyakit ini rela melakukan apa saja untuk membuat konten yang unik dan berbeda yang membahayakan dirinya dan juga orang disekitarnya. Tujuan mereka melakukan hal ini supaya eksistensi mereka dikenal oleh orang lain atau keterampilan mereka diakui oleh jagat maya. 

Kesimpulan

Media sosial memiliki banyak dampak yang positif bagi kehidupan kita, dengan media sosial kita bisa berhubungan dengan kerabat atau menemukan koneksi baru di dalamnya. Sebagai seorang pengguna yang cerdas, kita harus bisa mengontrol diri dan emosi kita dalam menggunakan media sosial. Dengan begitu, kita akan bebas dari penyakit kecanduan media sosial yang mengganggu kesehatan kita.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
09 Aug 2021
Pinjam kilat 20 juta!Download