Ingin Mulai Investasi Saham? Kenali Dulu Untung dan Risikonya

High risk, high return. Itulah karakteristik utama investasi saham. Dengan tingginya iming-iming keuntungan yang bisa didapatkan investor, risiko yang perlu dihadapi juga besar. Nah, kalau Sobat Pintar ingin mulai investasi saham, yuk kenali dulu keuntungan dan ragam risiko yang ditawarkan.

Seberapa besar keuntungan investasi saham?

Dilihat dari besaran keuntungan atau return of investment (ROI) yang ditawarkan, saham memang lebih unggul dari investasi model lain. Mari lihat deposito berjangka dan reksadana sebagai pembanding. Rata-rata deposito menawarkan return 5% per tahun dan reksa dana menawarkan 10%. Sedangkan return yang saham tawarkan sangat bervariasi dan tidak dapat diperkirakan berapa besarannya, bahkan bisa puluhan hingga ratusan persen.

Pergerakan naik turun di grafik saham sendiri memiliki rentang yang lumayan, yaitu dari nol koma sekian hingga 5 persen dalam keadaan normal per harinya. Bahkan bisa juga bergerak dalam skala belasan, puluhan, hingga ratusan persen dalam kondisi tertentu yang tidak bisa diprediksi. Jadi, nggak heran kalau nilai saham tiba-tiba mengalami kenaikan signifikan dalam waktu yang singkat.

Selain return yang didapatkan, keuntungan lain dalam investasi saham adalah pembagian dividen atau keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Perusahaan memberikan dividen setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam RUPS juga menentukan jumlah dividen yang akan dibagikan. Keuntungan yang besar (dibandingkan dengan risiko investasi lain, deposito reksadana dan saham)

Apa saja risiko investasi saham?

Tak jarang iming-iming akan besarnya keuntungan atau return dari investasi saham membuat para investor baru salah langkah. Mereka cenderung lengah akan kemungkinan berbagai risiko yang bisa dihadapi, seperti berikut:

  • Capital loss

Capital loss adalah kerugian yang disebabkan karena investor menjual saham miliknya dengan harga lebih rendah dari harga belinya. Misal seorang investor membeli saham seharga Rp 3.000 per lembarnya. Tak lama, harga saham turun jadi Rp. 2.000/lembar. Karena takut harga terus turun, investor tersebut menjual sahamnya di harga Rp. 2.000/lembar. Sehingga dirinya mengalami capital loss Rp 1.000 per lembar.

  • Tidak mendapat Dividen

Pembagian dividen oleh perusahaan dilakukan hanya jika perusahaan tersebut mendapat keuntungan. Kalau perusahaan merugi maka otomatis tidak akan ada pembagian dividen. Selain itu, jika saat RUPS mayoritas pemegang saham tidak menyetujui adanya pembagian dividen karena pertimbangan tertentu, maka tidak akan ada pembagian dividen.

  • Delisting dari Bursa

Delisting merupakan dikeluarkannya saham suatu perusahaan dari bursa efek. Delisting biasanya terjadi karena kinerja saham suatu perusahaan memburuk. Meski begitu keluar dari bursa juga bisa dilakukan secara sengaja oleh perusahaan yang ingin ‘Going Private’. Dengan ‘Going Private’ para pemegang saham dari perusahaan itu tidak lagi dapat bertransaksi di bursa, namun perusahaan bertanggung jawab dengan buyback seluruh aset milik pemegang saham.

  • Bangkrut atau Likuidasi

Kerugian lain yang dialami pemegang saham adalah ketika pengadilan menyatakan bahwa perusahaan tersebut bangkrut atau perusahaan tersebut dibubarkan. Kalau begini, hak klaim investor terhadap aset yang dimiliki bukan lagi jadi prioritas utama perusahaan. Perusahaan harus lebih dulu melunasi kewajiban dengan menjual kekayaan perusahaan. Kalau setelah menjual dan melunasi kewajiban ada sisa, sisa keuntungan tersebutlah yang akan dibagikan kepada investor sesuai dengan banyaknya lot yang tiap investor miliki. Namun kalau tidak bersisa, maka pemegang saham harus menderita kerugian.

Bagaimana meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh risiko investasi saham?

  • Analisa sebelum investasi saham

Sebelum mulai investasi saham, Sobat Pintar perlu paham dulu analisa yang tepat dalam menentukan pembelian saham yang tepat. Analisis sebelum menentukan pembelian saham yang sederhana ada dua, yaitu analisa fundamental dan teknikal. Analisa fundamental merupakan metode analisa berdasarkan kinerja keuangan perusahaan. Tujuannya untuk memastikan apakah saham yang akan dibeli memiliki performa baik atau tidak. Sedangkan alasia teknikal merupakan analisis berdasarkan pergerakan statistik nilai saham dalam jangka waktu tertentu. Kedua analisa ini tidak dapat dipisahkan dalam penggunaanya. Gunanya adalah analisa fundamental untuk menentukan saham apa yang mau dibeli, sedangkan teknikal menentukan kapan waktu yang baik untuk membeli saham.

  • Belajar dari pengalaman

Jadi investor sukses butuh waktu yang lama. Sehingga kerugian yang dialami jangan sampai jadi halangan untuk mencoba lagi. Walaupun tidak mendapat keuntungan yang didambakan, paling tidak Sobat Pintar mendapatkan pengalaman yang bisa digunakan untuk menentukan strategi di masa yang akan datang.

Saham terbaikku sudah berada pada tahun ketiga, keempat, tahun kelima sejak aku memilikinya. Bukannya minggu ketiga, minggu keempat. Orang-orang ingin cepat melipat gandakan uangnya, itu tidak akan terjadi Peter Lynch

  • Pilih produk diversifikasi minim risiko

Memborong satu jenis saham saja, meskipun performa perusahaan tersebut sedang sangat baik bukanlah langkah yang bijak. Banyak investor percaya dengan melakukan diversifikasi merupakan cara untuk memperkecil risiko dan mendapatkan return lumayan dengan menginvestasikan dana di lebih dari satu produk investasi. Karena investasi saham memiliki risiko cukup tinggi, maka produk diversifikasi yang cocok seharusnya investasi dengan risiko rendah dengan jangka relatif lebih pendek dari investasi saham.

Salah satu produk investasi tersebut adalah dengan Pendanaan P2P Lending yang akhir-akhir ini sedang marak di Indonesia. Memang sih sudah banyak fintech yang menyediakan P2P Lending, tapi salah satu fintech yang terpercaya yaitu Kredit Pintar. Dengan penawaran return pasti hingga 18% dalam periode 12 bulan, pendanaan bahkan sudah bisa dilakukan dengan hanya Rp 10.000. Selain itu Kredit Pintar sudah terdaftar di OJK, sehingga kredibilitasnya sudah tak perlu diragukan lagi!

Ingin memulai pendanaan P2P Lending sebagai produk diversifikasi? Mari mulai proses pendanaan P2P Lending di Kredit Pintar dan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, nyaman dan tentunya menguntungkan! Kunjungi website-nya di http://bit.ly/2KVve6W.

7 thoughts on “Ingin Mulai Investasi Saham? Kenali Dulu Untung dan Risikonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *