Tag Archives: inklusi

pengguna-pinjaman-dana-online-bijak

Pinjaman dana online yang disediakan oleh banyak perusahaan Fintech mampu memberi banyak dampak positif terhadap para penggunanya. Meski begitu, kamu pasti sering melihat pemberitaan yang menyebutkan kalau layanan fintech tertentu merugikan pengguna. Padahal, keberadaan fintech penyedia pinjaman dana online murni untuk memudahkan hidup masyarakat—dalam usaha meningkatkan indeks inklusi keuangan Indonesia. Agar tidak dirugikan saat menggunakan layanan fintech, kamu perlu paham bagaimana caranya jadi pengguna pinjaman dana online yang baik. Pentingnya jadi pengguna pinjaman dana online yang baik adalah: Lebih berhati-hati saat menggunakan layanan pinjamannya. Supaya Kamu tidak dirugikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maupun tidak merugikan diri sendiri. Agar pengajuan pinjamanmu selalu disetujui. Agar pinjaman yang diajukan bisa efektif dan tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhanmu. Nah, begini langkah menjadi pengguna pinjaman dana online yang baik dan bertanggung jawab: 1. Pahami dan bandingkan berbagai produk pinjamannya Sekarang sudah ada 99 perusahaan fintech yang menawarkan layanan pinjaman dana online yang bisa…

Read more

Cashless Society, Perekonomian yang Lebih Baik Tanpa Uang Tunai

“Pakai aplikasi payment X ya, biar dapat cashback.” Kalimat tersebut semakin sering terdengar seiring dengan berkemangnya cashless society dalam lingkunan perekonomian Indonesia. Transaksi non-tunai yang jadi gerakan utama dalam cashless society nampaknya mendapat berbagai respon dari masyarakat, yang mayoritasnya merespon dengan positif. Buktinya semakin banyak masyarakat yang membayar menggunakan kartu kredit maupun debit di pusat perbelanjaan, seluru tol di Indonesia sudah menggunakan e-money untuk pembayarannya, dan semakin banyak juga pedagang kaki lima yang menyediakan QR code yang bisa di-scan oleh beberapa aplikasi mobile payment. Mudahnya, cashless society hanya melibatkan beberapa komponen utama: e-money, pengguna, perusahaan maupun lembaga penyedia e-money dan pemerintah yang mengatur regulasinya. Meski demikian, cashless society bukan hanya soal peralihan uang tunai ke uang digital, atau penggunaan kartu kredit dan debit untuk melakukan transaksi. Ada lebih banyak hal yang ditawarkan dari tren transaksi non-tunai ini. Bagaimana cashless society berjalan? Di Indonesia, gerakan cashless society sebenarnya bukan hal yang…

Read more

Target Keuangan Inklusif 2019, Bagaimana Perkembangannya

Seperti dalam mendapatkan layanan kesehatan yang baik, mendapatkan layanan keuangan yang layak juga merupakan hak setiap orang. Orang-orang yang sudah mendapatkan akses keuangan yang mencakup layanan menabung, layanan pinjaman, asuransi dan investasi. Meski begitu masih banyak orang yang berada di luar ‘area kenyamanan’ ini. Orang-orang yang belum mendapat akses ke layanan keuangan yang layak masuk ke dalam kategori the bottom of the pyramid atau the unbanked. Kategori ini merujuk kepada tingkat keuangan inklusif Nasional. Semakin banyak orang yang tercatat belum memiliki akses keuangan yang baik, semakin rendah pula tingkat keuangan inklusif di suatu negara. Di Indonesia sendiri, pencatatan tingkat keuangan inklusif yang terakhir pada tahun 2016 yang menyebutkan angka inklusi keuangan sebesar 67,8%, meningkat dari 59,7% pada tahun 2013. Pemerintah Indonesia pun mengambil upaya dalam peningkatan angka ini dengan menetapkan target peningkatan inklusi dan literasi keuangan hingga angka 75% yang harus tercapai pada tahun 2019. Pemerintah pun optimis akan mencapai…

Read more

Ibu-Ibu Bersatu! Makin Melek Finansial Agar Tidak Kena Tipu

“Marilah hai semua rakyat Indonesia membangun sgera. Membangun kluarga yang sejahtera.” – Mars PKK, Soemanto Lagu mars PKK yang sedikit dikutip di atas selalu dinyanyikan oleh ibu-ibu saat perkumpulan PKK. Karena memang ibu-ibu sebagai sumber penggerak keluarga yang sejahtera perlu saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Salah satu caranya adalah dengan melek finansial. Tapi bener nggak sih kalau mayoritas ibu rumah tangga itu masih belum melek finansial? Melek finansial itu penting, terutama bagi para Ibu yang memegang peran sebagai pengelola keuangan keluarga. Pemerintah pun terus mendorong pemerataan literasi keuangan bagi seluruh warga Indonesia. Data menunjukkan kalau sampai saat ini baru 31% orang indonesia yang memiliki literasi keuangan yang baik. Pemerintah pun masih terus mendorong angka ini agar terwujud pemerataan literasi keuangan karena memang punya manfaat yang baik demi memperbaiki kondisi keuangan keluarga Indonesia. Familiar dengan produk-produk keuangan Dengan melek finansial, ibu-ibu bisa lebih familiar dengan berbagai produk keuangan yang…

Read more

Kredit Pintar Sosialisasikan Financial Technology Untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan_2

Denpasar — Perusahaan financial technology yang semakin menjamur di Indonesia dilihat Pemerintah sebagai alat untuk membantu meningkatkan indeks inklusi keuangan di Tanah Air. Data dari INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) menunjukkan bahwa industri financial technology meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp25,97 triliun baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini menunjukan bahwa industry financial technology turut berperan sebagai pendorong ekonomi secara makro di Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan financial technology yang bergerak di bidang peer to peer lending, Kredit Pintar ikut menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Buktinya, baru-baru ini Kredit Pintar turut berpartisipasi dan menjadi salah satu sponsor utama dalam acara Fintech Days Bali 2018 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan didukung oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada tanggal 25 – 27 Oktober 2018 di Kuta. Menurut Vice President PT Kredit Pintar Indonesia, Boan Sianipar Kredit Pintar yang baru mulai…

Read more

Jakarta — Bersamaan dengan Bulan Inklusi Keuangan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kredit Pintar Indonesia sebagai salah satu perusahaan fintech terdepan di Indonesia kembali mengedukasi masyarakat demi mencapai ekonomi inklusif di Indonesia. Kali ini perusahaan fintech peer-to-peer lending ini berkolaborasi bersama Komunitas Jendela Jakarta, sebuah komunitas yang memiliki kepedulian di bidang pendidikan untuk masyarakat, khususnya untuk anak-anak. Dengan kolaborasi ini, Kredit Pintar dan Komunitas Jendela mengadakan acara edukasi gratis dan membagikan buku secara cuma-cuma kepada anak-anak yang dilakukan Perpustakaan Komunitas Jendela kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/10). Pada kesempatan tersebut, Kredit Pintar secara sukarela memberikan pembekalan materi dasar dan pemberian buku seperti buku pelajaran, buku cerita, buku bergambar, komik, hingga buku pengetahuan umum lainnya kepada anak-anak di sana. Vice President dari PT Kredit Pintar Indonesia Boan Sianipar menuturkan bahwa kolaborasi dengan komunitas ini bertujuan untuk mendorong pertumbuahan kualitas sumber daya manusia di Indonesia demi mencapai ekonomi…

Read more

Apa Aja Sih Hasil Annual Meeting IMF WB 2018

IMF (International Monetary Fund) – World Bank Annual Meetings 2018 di Bali baru saja selesai digelar. Dengan dihadiri oleh 189 negara, Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan ini dibanjiri pujian karena mempersiapkan acara ini dengan matang walaupun sedang dilanda bencana. Banyak hal positif dihasilkan dari pertemuan tahunan tersebut yang bermanfaat untuk pengembangan perekonomian Indonesia. Setelah usai terselenggara, banyak momen yang justru memunculkan polemik. Berikut adalah rangkuman IMF – World Bank 2018 yang digelar pada 12 – 14 Oktober 2018 tersebut: Perhelatan IMF-WB yang menuai kontroversi Annual Meetings IMF – World Bank 2018 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali awalnya memang menuai kontroversi dari berbagai pihak. Banyak yang warganet yang menyindir dan menyebut bahwa pertemuan ini bagai pesta di atas penderitaan warga Palu yang baru saja dilanda bencana gempa dan tsunami. Padahal kenyataanya, pertemuan skala Internasional ini adalah perwujudan dari permintaan pemerintah pada Era SBY. Sehingga pernyataan warganet tersebut tidak bisa…

Read more

Sosialiasi Layanan Keuangan Digital Kredit Pintar datang di Yogyakarta

Yogyakarta — Layanan keuangan digital yang kian menjamur di Indonesia mendorong berbagai pihak untuk memberi pemahaman yang cukup untuk masyarakat Indonesia sebagai target penggunanya. Kredit Pintar sebagai salah satu perusahaan Fintech penyedia layanan keuangan digital terdepan di Indonesia terdorong untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan layanan yang diberikan. Selain itu untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan indeks inklusi keuangan nasional pada tahun 2019, pemerintah dan OJK mengajak perusahaan fintech untuk gencar melakukan sosialisasi ke kota-kota di Indonesia untuk mengenalkan pengertian dan manfaat mengenai layanan keuangan digital dari fintech itu sendiri. Kali ini Kredit Pintar mengunjungi Yogyakarta sebagai kota selanjutnya dalam penyelenggaraan sosialisasi Fintech. Dalam kesempatan kali ini Kredit Pintar turut ikut serta dalam acara bulanan Innovative Academy Universitas Gajah Mada yang bertajuk ‘Founders’ Meetup Chapter #4’. “Kami sangat senang dapat ikut serta dalam acara ini, apalagi melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta untuk dapat mengenal lebih jauh mengenai fintech…

Read more

Sebagai salah satu perusahaan fintech terdepan penyedia layanan Peer to Peer Lending di Indonesia, Kredit Pintar selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para penggunanya. Makin menjamurnya layanan peer to peer lending di Indonesia justru membuat Kredit Pintar semakin berusaha keras untuk memberi pelayanan terbaik di antara kompetitor. Seperti kebanyakan layanan peer to peer lending di Indonesia, Kredit Pintar menawarkan layanan investasi model pendanaan P2P dan pinjaman online tanpa agunan. Meskipun memiliki banyak kemiripan seperti layanan peer to peer lending di Indonesia pada umumnya, Kredit Pintar menggunakan teknologi Artificial Intelligence yang menguntungkan baik untuk pemberi dana maupun peminjam. Dari segi pemberi dana, Kredit Pintar memberi kemudahan untuk tidak perlu memilih calon peminjam yang akan diberi pinjaman secara manual. Selain itu, selama proses pendanaan berlangsung, pemberi dana tidak perlu terus memantau perkembangan uang karena sistem sudah melakukan semuanya. Sedangkan dari segi peminjam, teknologi AI memberi kemudahan dalam menyediakan proses pencairan uang yang…

Read more

Tangerang Selatan — Dilansir dari kabar6.com, Fintech Lending di Indonesia sedang berkembang sangat pesat dan mendapatkan dukungan dari pemerintah karena kemudahan akses yang ditawarkan pada masyarakat yang membutuhkan. Fintech juga memiliki potensi positif dan dapat menjadi solusi inklusi keuangan di Indonesia. Empat perusahaan Fintech Lending di Indonesia bekerjasama dalam melakukan sosialisasi kepada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Keempat fintech tersebut adalah Kredit Pintar, JULO, Indodana dan DanaBijak. Sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2018, bertempat di Theater 1 FEB UIN Syarif Hidayatullah dengan bertemakan “Sosialisasi Fintech Lending dan dampaknya terhadap Inklusi Keuangan”. 4 Fintech tersebut akan memberikan wawasan dan edukasi kepada mahasiswa bahwa setiap aspek dalam kehidupan sehari-hari pada masa mendatang tidak akan terhindar lagi dari teknologi digital, termasuk finansial. “Kami sangat senang bisa berbagi wawasan tentang fintech kepada para mahasiswa/i UIN, kami berharap kedepannya mereka dapat menggunakan fintech sesuai dengan…

Read more

10/14