Buang Kebiasaan Merugikan, Mulai Perilaku Keuangan Menguntungkan!

Buang Kebiasaan Merugikan, Mulai Perilaku Keuangan Menguntungkan!

Buang Kebiasaan Merugikan, Mulai Perilaku Keuangan Menguntungkan!

Tahun baru jadi pribadi yang baru. Demikian kata sebagian besar orang yang biasanya hanya akan bertahan selama beberapa minggu di awal tahun baru. Memang wajar kalau Sobat Pintar menggunakan waktu tahun baru sebagai titik balik untuk perubahan yang masif dalam hidup. Namun agar lebih efektif, Sobat Pintar perlu langkah yang konkret untuk memulainya! Misalnya kalau ingin jadi lebih bugar, maka perlu rencana olahraga hingga rencana pola makan yang realistis agar tujuan tersebut benar-benar tercapai.

Nah, di artikel ini Sobat Pintar akan diminta untuk meninggalkankebiasaan lama yang cenderung merugikan demi mencapai perbaikan finansial pribadi dengan perilaku keuangan yang menguntungkan. Namun sebelumnya, apa aja sih kebiasaan yang merugikan itu?

Buang waktu atau menunda pekerjaan

Atau sering juga disebut dalam meme atau quotes dalam media sosial dengan istilah procrastination. Kebiasaan ini seharusnya memang sudah Sobat Pintar tinggalkan sejak meninggalkan masa remaja. Selain tidak produktif, menunda pekerjaan hanya buang-buang waktu yang akhirnya merugikan Sobat Pintar sendiri. Ingat, waktu adala uang! Sudah sewajarnya kalau berpikir begini. Tak hanya soal menunda pekerjaan, ada kebiasaan lain yang biasa dilakukan tanpa disadari sebenarnya hanya buang waktu; yaitu dengan nongkrong. Sekali dua kali boleh, namun kalau nongkrong jadi terlalu rajin bahkan jadi kebiasaan dengan frekuensi lebih dari sekali seminggu tentunya ini jadi masalah. Buang waktu iya, buang uang untuk jajan juga iya!

Tidak melacak pengeluaran

Ini yang bahaya dan harus dihentikan segera. Tidak melacak pengeluran bukan merupakan perilaku keuangan yang membawa untung, justru akan menjerumuskan Sobat Pintar dalam banyak kesesatan. Di luar sana, banyak kemungkinan pengeluaran kecil yang mudah tak terlacak, seperti pengeluaran untuk ngopi, beli jajan cemilan hingga uang rokok. Tanpa disadari, pengeluaran tersebut jadi lubang yang besar dalam keuangan pribadi.

Tidak punya perencanaan keuangan

Sebenarnya Sobat Pintar bisa saja hidup dari bulan ke bulan tanpa perlu perencanaan keuangan. Namun kecil persentase kalau Sobat Pintar bisa mengontrol pengeluaran tanpa timbul pembelian yang tidak penting dan cenderung merugikan. Tidak punya perencanaan keuangan sama dengan tidak memiliki prioritas keuangan. Fase akutnya, Sobat Pintar akan memiliki kebisaan belanja yang tak terkendali yang tentunya merugikan keuangan pribadi.


Masih banyak lagi sebenarnya kebiasaan-kebiasaan merugikan yang bisa jadi celah kebangkrutan dini bagi Sobat Pintar. Kebiasan tersebut memang perlu dibuang jauh-jauh agar bisa memulai ‘hidup baru’ yang lebih menguntungkan. Namun niat saja tidak cukup! Sobat Pintar perlu memulai beberapa perilaku keuangan menguntungkan berikut:

Merencanakan dan melacak pengeluaran

Perilaku keuangan ini perlu dilakukan sesegera mungkin sebelum terjerumus ke dalam pengeluaran tidak penting lainnya. Sobat Pintar bisa mencatat dalam satu buku khusus atau menggunakan aplikasi smartphone yang tersedia. Perencanaan keuangan bisa dilakukan sekali sebulan setelah menerima gaji. Prioritaskan semua kebutuhan dasar terlebih dahulu, seperti uang makan, uang transportasi, uang kos maupun uang paket internet. Setelah itu, Sobat Pintar bisa memberikan kelonggaran diri dengan mengalokasikan sejumlah uang untuk kesenangan, seperti nongrong maupun nonton. Jangan lupa untuk menyisihkan uang gaji untuk ditabung!

Sedangkan untuk pelacak pengeluaran baiknya dilakukan setiap hari agar tidak ada pengeluaran yang terlupakan. Dengan perilaku keuangan seperti ini, Sobat Pintar akan memiliki kendali penuh terhadap keuangan pribadi.

Menabung setiap bulan

Menabung sudah sewajarnya jadi kebiasaan. Kalau biasanya Sobat Pintar hanya menabung kalau ada uang sisa, kali ini demi memulai perilaku keuangan yang menguntungkan, Sobat Pintar perlu menabung setiap bulan tanpa alasan! Pertama, saat melakukan perencanaan keuangan setiap bulan pastikan ada alokasi untuk menabung. Tentukan target minimal yang dapat disetorkan dalam rekening tabungan pribadi. Konsistensi dan kedisiplinan juga diperlukan dalam memulai perilaku keuangan ini. Dengan begini, di akhir tahun nanti Sobat Pintar bisa merasakan hasilnya dengan melihat nominal dalam rekening!

Mulai produk keuangan

Kalau selama ini Sobat Pintar sudah menabung dan merasa stagnan karena tidak memberi keuntungan apapun, hingga mulai muncul keinginan untuk buka usaha walaupun tidak memiliki waktu, maka bisa mulai produk keuangan sebagai alternatif. Produk keuangan yang dimaksud seperti investasi atau asuransi dengan keuntungan yang dapat dirasakan. Salah satu produk yang paling menguntungkan adalah dengan pendanaan P2P Lending Kredit Pintar!

Pendanaan P2P Lending di Kredit Pintar ada dua macam yang ringan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan; produknya antara lain adalah Pendanaan Fleksibel dan Pendanaan Berjangka. Pendanaan Fleksibel sangat cocok kalau Sobat Pintar ingin mendapatkan keuntungan dengan menggunakan cadangan uang darurat. Dengan bunga 9% p.a. Sobat Pintar bisa menarik uang kapan saja. Sedangkan kalau ingin mencari keuntungan yang lebih besar dan mendapat fitur keamanan kunci uang, Pendanaan Berjangka bisa jadi pilihan yang tepat! Bunga hingga 18% p.a. bisa didapatkan kalau Sobat Pintar memulai pendanaan berjangka dari Kredit Pintar.

Yuk, mulai pendanaan di Kredit Pintar dan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, dan nyaman! Download aplikasi Kredit Pintar for Lender di Playstore, atau kunjungi website-nya di kreditpintar.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *