6 Model Investasi Tradisional, Apakah Masih Menguntungkan?

6 Model Investasi Tradisional, Apakah Masih Menguntungkan?

6 Model Investasi Tradisional, Apakah Masih Menguntungkan?

Kalau Sobat Pintar berpikir orang zaman dahulu tidak mengenal model investasi, maka Sobat Pintar salah! Orang dahulu sudah mengenal konsep investasi, lho! Hanya saja model investasi tersebut lebih tradisional dan kurang praktikal dibanding kebanyakan investasi masa kini. Meski begitu, di tengah banyak macam investasi masa kini, masih ada beberapa model investasi tradisional yang masih dilakoni banyak orang di masa modern ini.

Apa aja sih model investasi tradisional tersebut, dan apakah masih menguntungkan di era sekarang?


Investasi tanah

Investasi tanah sudah dikenal menguntungkan dari dahulu. Banyak orang zaman dahulu yang punya banyak tanah dimana-mana. Tanah tersebut biasanya dimanfaatkan untuk berkebun, dan hasil perkebunan itulah yang jadi sumber pemasukan rutin mereka. Kalau butuh uang dalam jumlah besar, mereka juga bisa menjual tanah tersebut.

Model investasi tanah sampai sekarang memang masih menguntungkan. Banyak orang yang punya lahan kosong mendirikan properti untuk ditempati sendiri atau disewakan sebagai sumber penghasilan rutin.

Meskipun masih menguntungkan hingga sekarang, model investasi ini susah dimulai karena butuh biaya yang besar untuk membeli lahan tanah. Selain itu, likuiditas yang rendah menjadikan investasi tanah tidak cocok kalau Sobat Pintar membutuhkan dana dengan cepat.


Investasi Pohon

Masih berkaitan dengan lahan, investasi pohon banyak dilakoni orang-orang di daerah pedesaan yang punya lahan kosong yang luas. Setelah sekian tahun ditanam, kayu dari pohon tersebut siap dipanen dan dijual. Harganya jualnya pun tak main-main, bisa sampai jutaan rupiah per batangnya, tergantung ukuran dan jenis kayu yang dijual.

Investasi pohon masih menguntungkan hingga sekarang. Nilai jual pohon yang terus mengikuti harga pasar membuat model investasi yang satu ini banyak dilirik orang yang punya lahan luas. Meski begitu, risiko investasi ini pun terbilang besar dan beragam. Mulai dari risiko penyakit tanaman, faktor bencana alam, hingga penipuan harga jual oleh para tengkulak.


Investasi emas

Investasi emas sudah dilakoni orang dari zaman dahulu kala, baik berupa bongkahan batu, emas batangan, ataupun perhiasan emas.

Tahukah Kamu? Emas muda dan emas tua bukan soal usia emas, melainkan tinggi rendahnya kandungan emas.

Investasi emas sampai sekarang terbukti menguntungkan. Meski harga jualnya fluktuatif, investasi emas masih banyak peminat. Risiko investasi model ini seperti salah langkah menjual emas ketika harga pasaran masih rendah, atau risiko kehilangan.


Investasi barang musiman

Pernah kan mengalami tren tanaman gelombang cinta atau tren batu akik? Pada saat tren tanaman Gelombang Cinta misalnya, banyak orang berbondong-bondong beli bibit tanaman tersebut dan buru-buru dirawat agar cepat besar dan dijual dengan harga tinggi. Atau saat tren batu akik kembali menguak ke permukaan beberapa waktu lalu. Banyak pemilik batu akik berbondong-bondong menjual batu akik mereka dengan harga berkali lipat dari harga semula.

Memang kalau beruntung, mengikuti tren demikian bisa membawa keuntungan besar bagi Sobat Pintar. Namun tren ini belum terbukti sebagai model investasi yang menguntungkan. Apalagi seringnya barang yang jadi tren tidak memiliki nilai jual yang universal, seperti dalam tanaman hias. Belum lagi kalau ‘terlambat’ menjual barang tren tersebut, harga barang sudah keburu turun karena tren berakhir.


Investasi Hewan Ternak

Hewan ternak seperti sapi dan kambing bisa memberi penghasilan rutin dari produk yang dihasilkan. Selain itu, adanya momen seperti Idul Adha jadi momen yang tepat untuk menjual hewan ternak karena harganya yang melonjak tinggi.

Memang menguntungkan, namun biaya perawatan hewan ternak yang tak sedikit, tenaga, serta waktu yang perlu dikerahkan dalam perawatan membuat hewan ternak bukan model investasi menguntungkan yang banyak diminati.


Investasi Barang Antik

Sobat Pintar punya barang-barang antik di rumah? Seperti lukisan tua, peralatan rumah tangga jadul, atau uang kuno? Jangan buru-buru dibuang! Barang-barang antik tersebut memiliki nilai jual tinggi di mata para kolektor. Selain dijual untuk dapat keuntungan, barang-barang antik tersebut bisa jadi dekorasi rumah Sobat Pintar juga kan?

Sayangnya, tidak semua orang punya barang-barang antik yang bisa dijual. Selain itu, barang antik cenderung susah dijual karena tidak banyak yang berminat beli barang antik. Belum lagi risiko kerusakan saat menyimpan barang-barang antik yang dinilai ‘punya penjaga’.

Hii, takut!


Tapi jangan khawatir! Sobat Pintar pastikan dulu solusi kebebasan finansial yang seperti apa yang ingin dicapai. Daripada repot memulai model investasi tradisional, lebih baik memulai alokasikan dana dengan Pendanaan P2P Lending dari Kredit Pintar! Pendanaan di Kredit Pintar ada dua macam yang bisa disesuaikan dengan urgensi kebutuhan; produknya antara lain adalah Pendanaan Fleksibel dan Pendanaan Berjangka.

Pendanaan Fleksibel sangat cocok kalau Sobat Pintar ingin mendapatkan keuntungan dengan menggunakan cadangan uang darurat. Dengan bunga 9% p.a. Sobat Pintar bisa menarik uang kapan saja. Sedangkan kalau ingin mencari keuntungan yang lebih besar dan mendapat fitur keamanan kunci uang, Pendanaan Berjangka jadi pilihan yang tepat! Bunga hingga 18% p.a. bisa didapatkan kalau Sobat Pintar mulai pendanaan berjangka dari Kredit Pintar.

Yuk, mulai pendanaan di Kredit Pintar dan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, dan nyaman! Download aplikasi Kredit Pintar for Lender di Playstore, atau kunjungi website-nya di kreditpintar.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *