5 Cara Paling Mudah Mengatur Keuangan Pribadi Untuk Freelancer

5 Cara Paling Mudah Mengatur Keuangan Pribadi Untuk Freelancer

Kerja sebagai freelancer memang menyenangkan. Dan Kamu perlu bangga pada dirimu!

Kamu bisa atur waktu kerja sendiri (tergantung dari jasa yang ditawarkan).

Kamu bebas kerja dari mana saja; bisa kerja di rumah atau di coffee shop.

Yang paling penting, Kamu bekerja untuk dirimu sendiri!

Bekerja sebagai seorang freelancer dengan apapun jasa yang ditawarkan memiliki kelebihan fleksibilitas yang tidak ditawarkan pekerjaan kantoran. Di balik semua kesenangan itu, ada satu hal yang menjadi tugas paling berat bagi para freelancer, yaitu mengatur keuangan pribadi.

Tantangan seorang freelancer dalam mengatur keuangan pribadi terletak pada pemasukan yang tidak menentu setiap bulannya. Terkadang saat ramai project, pemasukan akan mengalir deras. Namun saat sedang sepi orderan, kemampuan berhemat dan mengatur keuangan pribadi untuk mencukupi kebutuhan akan sangat diuji. Kalau Kamu seorang freelancer dan sering merasakan hal yang sama, Kamu nggak sendiri, kok!

Untuk mempermudah hidup, Kredit Pintar akan berbagi 5 metode yang paling mudah untuk mengatur keuangan pribadi bagi para freelancer:

1. Pakai metode budgeting

Dengan arus pemasukan yang tidak pasti, Kamu perlu pintar-pintar mengatur keuangan pribadi agar bisa bersenang-senang saat banjir orderan dan masih bisa bertahan saat sepi project!

Cara pertama adalah dengan budgeting. Jangan takut dengan kata ‘budget’! Kamu nggak perlu gelar di bidang manajemen keuangan untuk bisa membuat budgeting yang matang untung mengatur keuangan pribadi.

Pertama dan yang paling penting, meski bayaranmu dalam hitungan per project, budget yang Kamu bikin harus dalam jangka waktu per bulan. Artinya, Kamu perlu mengakumulasikan pendapatan dalam satu bulan dan membagikannya untuk pengeluaran satu bulan juga.

Kamu bisa pakai skema 50/30/20 untuk menetapkan budget pengeluaran bulanan. 50% akumulasi pendapatan (setelah membayar pajak, BPJS, maupun asuransi) untuk kebutuhan sehari-hari. 30% untuk keperluan konsumtif. Dan 20% untuk ditabung maupun membayar tagihan atau hutang.

Pengeluaran

Jumlah alokasi uang dengan hitungan skema budget ini bisa berubah-ubah karena pemasukanmu juga tidak menentu setiap bulannya. Maka dari itu, Kamu perlu mengingat 3 hal ini:

  1. Jangan terlalu memanjakan diri saat banyak pemasukan
  2. Banyak pemasukan berarti banyak uang untuk ditabung
  3. Ketahui perbedaan kebutuhan dan keinginan

Tabungan

Sebagai seorang freelancer, Kamu nggak boleh berkompromi soal tabungan! Menabung itu wajib hukumnya. Tabungan yang wajib Kamu kumpulkan ada 2 jenis:

Yang pertama adalah tabungan darurat. Jumlah uang yang Kamu kumpulkan dalam tabungan ini bisa sebanyak mungkin. Namun, paling tidak tabungan darurat bisa mencukupi kebutuhan hidupmu untuk 3 sampai 6 bulan. Tabungan darurat harus bisa diakses kapan saja dibutuhkan. Maka dari itu, tabungan darurat bisa disimpan dalam rekening biasa.

Yang kedua adalah tabungan pensiun. Sebagai seorang freelancer, tidak ada yang menjamin hari tua-mu kecuali Kamu sendiri. Karena sifatnya tabungan jangka panjang, Kamu bisa menabung dalam bentuk investasi jangka panjang, seperti emas, properti, maupun saham.

Pajak

Meskipun memiliki tingkat pemasukan yang tidak stabil, sebagai seorang freelancer Kamu pun wajib lapor dan membayar pajak penghasilan. Dikutip dari website Online Pajak, beberapa jenis freelance yang wajib lapor dan membayar pajak adalah:

    1. Tenaga ahli seperti notaris, aktuaris, pengacara, konsultan, akuntan, dokter, arsitek, dan penilai
    2. Musisi, penyanyi,  penari, pembawa acara, komedian, pemain drama, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, dan peragawan/peragawati
    3. Pengarang, peneliti dan penerjemah
    4. Olahragawan
    5. Agen iklan
    6. Pengawas
    7. Agen asuransi
    8. Perantara
    9. Pengawas
    10. Petugas penjaja barang dagangan
    11. Pengajar, penasihat, penyuluh penceramah, dan penasihat
    12. Multi-level marketing, direct selling, dan sejenisnya

Pemotongan pajak penghasilan freelance dipungut berdasarkan Norma Perhitungan Penghasilan Netto (NPPN). NPPN sendiri digunakan untuk menghitung PPh 25/29 yang telah memenuhi syarat. Selain itu freelancer juga harus menyetor dan melaporkan SPT Tahunan Orang Pribadi atas seluruh penghasilan yang dikenakan wajib pajak.

Sebagai seorang freelancer, Kamu perlu melakukan seluruh proses pembayaran pajak dengan mandiri. Sehingga Kamu pun perlu mengetahui besaran pajak yang perlu Kamu bayarkan! Pada umumnya, besaran pajak bisa dilihat berdasarkan kriteria berikut:

    1. Pajak yang berlaku untuk ibu kota provinsi (Bandung, Palembang, Medan, Semarang, Jakarta, Surabaya, Manado, Denpasar, dan Pontianak);
    2. Pajak yang berlaku untuk ibu kota provinsi lain;
    3. Daerah lainnya.

Karena semuanya dilakukan sendiri, Kamu perlu membayar dan melaporkan wajib pajak ke Kantor Pelayanan Pajak secara mandiri pula!

2. Pisahkan rekening

Sebagai seorang freelancer, paling tidak Kamu perlu memiliki dua jenis rekening: rekening bisnis dan rekening pribadi.

Rekening bisnis berfungsi untuk bertransaksi dengan klien. Rekening inilah yang biasa Kamu berikan kepada klien ketika mengirimkan invoice.

Rekening pribadi berfungsi sebagai tempat menyimpan uang untuk keperluan sehari-hari. Rekening ini juga bisa berfungsi sebagai tabungan. Namun, Kamu pun boleh membuka rekening tabungan yang terpisah dari rekening pribadi ini.

Dengan memiliki beberapa rekening yang terpisah, Kamu akan lebih mudah mengatur keuangan pribadi. Kamu bisa mengelompokkan uangmu dalam berbagai pos yang bisa mencegah pengeluaran berlebihan di luar kendali.

3. Periksa keuangan secara rutin

Dalam mengatur keuangan pribadi sebagai seorang freelancer, melakukan financial check up secara rutin merupakan hal yang perlu dilakukan.

Dalam hal ini, Kamu perlu melacak semua pemasukan, baik dari project besar maupun dari project yang memberi bayaran kecil sekalipun. Rajin melacak pemasukan dan mengakumulasikannya dalam hitungan per bulan akan memberimu riwayat pemasukan dari bulan-bulan sebelumnya. Dengan begini Kamu punya grafik yang jelas dan lengkap mengenai pasang surut pemasukanmu setiap bulannya.

Melacak pengeluaran tentunya juga wajib dilakukan! Kamu perlu memastikan apakah pengeluaranmu selama satu bulan sesuai dengan budget yang sudah ditetapkan. Hal ini perlu dilakukan demi mencegah pengeluaran berlebih di luar budget!

4. Tetapkan waktu yang jelas pada setiap project

Ini asiknya jadi seorang freelancer, Kamu bisa menentukan (atau berkompromi dengan klien) tentang rentang waktu setiap project.

Sejak awal membuat deal dengan klien pastikan semua aspek waktu jelas. Dari waktu mulai pengerjaan project, waktu deadline project, hingga waktu pembayaran dari klien.

Klien yang baik biasanya sudah mempersiapkan budget sebelum menggunakan jasamu. Sehingga mereka tidak memiliki masalah untuk membayarmu sesaat setelah Kamu mengirimkan invoice.

Meski demikian, Kamu perlu memberi kelonggaran kepada klien dengan memberi jagka waktu pembayaran. Biasanya jangka waktu ini berkisar dari 7 sampai 15 hari, tergantung kesepakatan. Kamu juga bisa menetapkan denda keterlambatan pembayaran yang juga harus disepakati oleh klien.

Sebagai seorang freelancer Kamu perlu menetapkan ketentuan mengenai project dan pembayaran. Semuanya perlu jelas disebutkan dalam kontrak project freelance yang Kamu kerjakan.

5. Pakai aplikasi mengatur keuangan pribadi

Untuk semakin memudahkanmu dalam mengatur keuangan pribadi, Kamu bisa pakai berbagai aplikasi.

Dalam melakukan perancanaan budget, Kamu bisa pakai aplikasi smartphone maupun menggunakan sheet excel sederhana.

Begitu pula dalam melacak keuangan, Kamu bisa memanfaatkan layanan aplikasi pelacak keuangan agar semua pemasukan dan pengeluaranmu termonitor dengan baik.

Selain itu, Kamu juga bisa menggunakan aplikasi fintech untuk memaksimalkan perencanaan keuangan pribadi! Layanan fintech yang bisa Kamu manfaatkan ada dua: pinjaman dan pendanaan.

Pinjaman uang online yang disediakan bisa memudahkanmu di saat sepi project. Pendaftarannya yang mudah dan bunga pinjamannya yang relatif ringan jadi solusi saat pemasukanmu berada di bawah standar.

Layanan pendanaan dari fintech bisa Kamu manfaatkan sebagai alternatif tempat untuk menyimpan uang. Selain untuk menyimpan uang saja, pendanaan dari fintech pun memberikan bunga keuntungan yang lumayan. Bunga ini tentunya bisa jadi sumber pemasukan tambahan untukmu!


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman dan menjadi platform pendanaan yang menguntungkan. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat. Ingin mengenal Kredit Pintar lebih dekat?

Pinjam Sekarang!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of