Tips Investasi Untuk Pemula Agar Investasi Membawa Keuntungan

Tips Investasi Untuk Pemula Agar Investasi Membawa Keuntungan

Tips Investasi Untuk Pemula Agar Investasi Membawa Keuntungan

Di tahun baru 2019 ini, apakah Sobat Pintar akhirnya memutuskan untuk mulai investasi untuk mendapatkan kebebasan finansial? Investasi untuk pemula bisa jadi hal yang menantang, apalagi bagi yang belum pernah berinvestasi sama sekali. Meski begitu, investasi adalah langkah yang tepat untuk memulai masa depan keuangan yang baik. Tidak ada orang yang langsung jadi ahli, kok. Semua investor, bahkan investor yang sudah mahir sekalipun awalnya mulai sebagai pemula seperti Sobat Pintar sekarang.

Pertanyaan yang biasa muncul sebelum mulai investasi adalah:

  • Dimana bisa mulai investasi?
  • Bagaimana cara mulai investasi?

Beberapa hal ini bisa diperhatikan sebelum mulai investasi untuk pemula.

Karakteristik investasi

Secara sederhana, investasi bisa diartikan sebagai kegiatan menanam modal dengan tujuan mendapatkan imbal balik keuntungan dari modal yang ditanam. Berbeda dengan menabung, berinvestasi memberikan keuntungan yang lebih besar. Dengan keuntungan investasi, para investor bisa mendapatkan passive income. Meski begitu, berinvestasi merupakan kegiatan yang bisa memberi profit, namun bisa juga membawa kerugian.

High Risk, High Return

Ini merupakan logika dasar investasi untuk pemula yang wajib diketahui. Jika suatu instrumen investasi memiliki risiko tinggi, besar kemungkinan kalau investasi tersebut memiliki imbal balik yang tinggi. Begitu pula sebaliknya. Investasi sendiri memang tidak bisa lepas dari risiko. Risiko investasi ada banyak macamnya, seperti risiko inflasi, risiko likuiditas, risiko suku bunga, dan masih banyak lagi.

Beda produk investasi beda juga tingkat risikonya. Misalnya investasi saham yang cenderung memiliki risiko yang tinggi. Kemungkinan tidak mendapat dividen, kemungkinan loss akibat harga jual aset lebih rendah dari harga beli, hingga kemungkinan perusahaan yang bangkrut adalah beberapa risiko dari investasi saham. Meskipun risikonya tampak menyeramkan, investasi saham memberi imbal hasil yang lebih tinggi dari instrumen investasi lainnya. Investasi untuk pemula sebaiknya dimulai dengan produk investasi dengan risiko yang rendah. Meskipun risiko yang rendah berarti keuntungan yang lebih rendah juga, tingkat risiko yang rendah cocok bagi para investor pemula yang masih belajar berinvestasi.

Berinvestasi di berbagai instrumen sekaligus

Untuk lebih mudah memahaminya, analogi berikut bisa membantu: Kalau punya telur ayam, jangan tempatkan semuanya dalam satu keranjang karena kalau terjadi sesuatu, semua telur bisa pecah. Hal ini berlaku dalam investasi karena investasi dekat dengan risiko, yang berarti juga dekat dengan kemungkinan mengalami kerugian. Dari situ, kalau nanti sudah mulai berinvestasi usahakan untuk menanam uang di beberapa instrumen investasi agar memiliki portofolio seimbang.

Usaha untuk menempatkan dana ke beberapa instrumen investasi ini disebut dengan diversifikasi. Diversifikasi adalah hal yang umum dan sebaiknya dilakukan, bahkan dalam memulai investasi untuk pemula. Sejak awal berinvestasi usahakan untuk memiliki beberapa produk sekaligus. Selain sebagai usaha diversifikasi dini, memulai berbagai produk investasi sekaligus bisa jadi kesempatan untuk belajar dan mengenal bermacam produk investasi yang ada.

Untuk memiliki beragam instrumen sekaligus, investor tentu memerlukan modal yang lebih. Hal ini dulu kerap jadi halangan bagi investor pemula yang masih memiliki keraguan untuk mengalokasikan sejumlah besar uangnya untuk investasi. Namun sekarang investor baru pun bisa punya diversifikasi dengan macam investasi yang bisa dimulai dengan modal yang kecil. Berbagai macam investasi modal kecil yang bisa jadi pilihan seperti Reksadana, tabungan emas, atau Pendanaan P2P Lending. Meski imbal keuntungannya tak sebesar instrumen investasi dengan modal besar seperti investasi properti, jika semua aset investasi modal kecil diakumulasikan maka juga bisa memberi keuntungan yang lumayan.

Ada gula namun belum banyak semut

Di Indonesia sendiri, investasi belum jadi pilihan yang menggiurkan bagi orang untuk mencari keuntungan. Padahal passive income yang bisa dihasilkan dari investasi bisa menguntungkan dan menambah penghasilan. Dari 265 juta penduduk Indonesia, tercatat hanya 1,53 juta investor perorangan yang terhitung aktif di pasar modal per Oktober 2018. Meski masih terbilang rendah, jumlah ini sudah mengalami peningkatan


Setelah mengetahui beberapa logika yang wajib diketahui dalam investasi untuk pemula, berikut adalah tips untuk memulai investasi agar bisa menguntungkan.

Pilih produk investasi yang cocok

Sebelum memulai investasi untuk pemula sebaiknya ketahui produk investasi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Produk investasi yang ingin dimulai bisa dikategorikan menurut periode investasi dan sektor invetasinya. Dari periode investasinya, ada pilihan untuk berinvestasi jangka panjang dan jangka pendek. Pilihannya menyesuaikan kebutuhan.

Investasi jangka pendek cocok bagi para pemula yang sedang belajar maupun bagi mereka yang menginvestasikan ‘uang panas’ atau uang tabungan yang tersedia untuk kebutuhan mendadak. Untuk produknya, produk investasi jangka pendek yang bisa jadi pilihan berupa deposito, P2P Lending dan reksadana. Investasi jangka panjang sendiri cocok untuk keperluan cari untung dan tujuan tabungan masa depan. Investasi jangka panjang, seperti namanya, memerlukan waktu lebih panjang untuk investor bisa menikmati keuntungannya. Maka dari itu, investasi jangka panjang biasanya dilakukan dengan dana tabungan endapan. Beberapa produk investasi jangka panjang seperti emas, properti dan saham.

Sedangkan dari segi sektornya, terdapat investasi sektor riil dan sektor finansial. Kembali lagi, pilihannya tergantung kebutuhan. Kedua jenis investasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Investasi riil yang berupa investasi tanah, properti, emas, dan barang seni memiliki kelebihan seperti harga jual yang semakin tinggi, dapat digunakan sebagai agunan pengajuan pinjaman di bank, hingga bisa jadi tabungan jangka panjang. Kelemahannya, investasi sektor riil bisa dikenakan pajak yang cukup tinggi hingga rentan tindak kriminalitas. Di sisi yang berbeda, Investasi sektor keuangan menawarkan banyak produk seperti reksadana, saham, obligasi, P2P Lending, dan lain-lain. Kelebihannya, berbagai produk investasi sektor finansial bisa dimulai dengan modal kecil, kemudahan bertransaksi secara online, hingga kemungkinan mendapatkan keuntungan berkali lipat. Sedangkan kelemahannya, risiko kerugian yang terbuka lebar dan risiko fraud yang mengintai.

Gunakan keuntungan untuk mulai diversifikasi

Seperti yang sudah dijelaskan, diverisfikasi penting demi meminimalisir risiko investasi. Untuk investor pemula, memang sulit untuk melakukan diversifikasi karena perlu modal yang besar. Meski begitu, diverisifikasi bisa segera dilakukan begitu mendapat keuntungan dari investasi pertama. Menggunakan keuntungan investasi untuk memuai produk investasi lain memang langkah yang tepat agar portfolio investasi tetap sehat, risiko terminimalisasi dan keuntungan tetap tinggi.

Waspada Investasi bodong

Di tengah banyaknya produk investasi, banyak sekarang tawaran investasi bodong yang justru menjerumuskan dalam kerugian yang dalam. Tawaran investasi bodong ini begitu menggiurkan hingga seringkali banyak investor pemula tertipu tawarannya. Biasanya investasi bodong memiliki ciri-ciri seperti menawarkan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat, produk investasi yang tidak jelas dan tidak ada pengawasan dari otoritas terkait. Untuk menghindarinya, investor pemula perlu mencari tahu seluk beluk investasi yang ingin dimulai.

Dengan mengetahui dasar logika investasi dan tips memulai investasi untuk pemula, Sobat Pintar bisa dengan percaya diri mengambil langkah awal memulai investasi yang menguntungkan.


Ingin cari tahu tentang produk Pendanaan P2P Lending dari Kredit Pintar lebih jauh?
Download aplikasi Kredit Pintar for Lenders di Playstore atau kunjungi website-nya di kreditpintar.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *